JK Menyarankan Rekonsiliasi untuk Kamboja

Senin, 29 Juli 2013, 23:11 WIB
Laporan: Widya Victoria
 JK Saran Rekonsiliasi untuk Kamboja

RMOL. Ketua Centrist Asia Pasific Democrats International (CAPDI), M. Jusuf Kalla, menyambut baik pelaksanaan Pemilu di Kamboja yang berlangsung tertib dan aman. Rakyat Kamboja sangat antusias mendatangi TPS untuk menentukan pilihan mereka terhadap 8 partai yang bertarung memperebutkan 123 kursi parlemen.

JK yang juga tokoh kunci perdamaian menyarankan akan lebih baik diantara partai penguasa CPP dan partai oposisi pimpinan Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP) melakukan rekonsiliasi.

"Dengan hasil seperti ini yang terbaik, rekonsiliasi, artinya keduanya sama-sama membangun pemerintahan," kata JK yang diundang National Election Committee Cambodia menjadi observer pada pemilu di negeri yang dibelah Sungai Mekong tersebut.

Dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Aceh, Senin (29/7), JK menambahkan pemilu sudah berlangsung aman dan damai setelah melihat langsung sejumlah poolling station di ibu kota Kamboja, Phnom Penh. Tidak sampai sehari setelah pemilu, Panitia Pemilu Kamboja (NEC) telah mengumumkan hasil pemilu yang dimenangi partai penguasa CPP dengan meraih kursi 68 dan partai oposisi pimpinan Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP) Sam Rainsy, dengan meraih kursi 55. Pada pemilu sebelumnya CPP menduduki 90 kursi di parlemen.

JK seperti tertulis dalam rilisnya berpendapat, rekonsiliasi akan menjadikan rakyat Kamboja lebih tenang dan stabil sebab tidak ada yang kalah, semua merasa menang. Kalau rekonsiliasi ditempuh, menurut JK , bisa saja Sam Rainsy pemimpin oposisi  menjadi deputy perdana menteri mendampingi Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen.

"Soal kemungkinan ke arah tersebut sangat bergantung kepada Hun Sen dan Sam Rainsy. Itu urusan internal negeri mereka," katanya.

JK diundang sebagai observer oleh pemerintah Kamboja sebagai Chairman Centrist Asia Pasific Democrats International (CAPDI). Pemilu Kamboja kali ini diikuti delapan partai politik yang akan memperebutkan 123 kursi di parlemen dan diikuti sekitar 9,6 juta pemilih di 19.000 TPS. Sekitar 40.000 pengamat nasional dan 291 internasional.[dem]
EDITOR:
Tag:

Kolom Komentar


Video

PA 212 Ancam Gelar Revolusi Jika Pemerintah Jadi Dalang Korupsi

Sabtu, 22 Februari 2020
Video

Gedung DPR Kebakaran

Senin, 24 Februari 2020