Menteri Marwan: Salim Kancil Layak Mendapat Penghargaan Pejuang Lingkungan

Senin, 04 Januari 2016, 09:11 WIB
Laporan: Widya Victoria

marwan jafar/net

Mendiang Salim Kancil yang tewas dibunuh adalah pejuang sejati dari desa.

Demikian dikemukakan  Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar  saat menghadiri peringatan 100 hari meninggalnya Salim Kancil di Desa Selok, Awar-Awar, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (3/1).

"Pak Salim saya kira layak mendapatkan penghargaan sebagai pejuang lingkungan di desa," ucap Menteri Marwan.

Pada kesempatan ini, Menteri Marwan mengingatkan bahwa sejak berlakunya UU 6/2014 tentang Desa, sudah ada pengakuan yang tegas tentang hak-hak desa dan diikuti pemberian dana desa yang langsung dianggarkan dari APBN. Karena itu, desa harus bisa menjadi pengelola atas potensi yang dimilikinya.

"Kalau Desa Selok Awar Awar ini punya potensi tambang sungai, maka saya menganjurkan untuk membuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) untuk dimiliki desa dan masyarakar desa. Ini tidak boleh lagi ada penambang liar yang kuasai pertambangan. Desa harus bisa mengelola atas potensi yang dimilikimya dan mengurus urusannya secara langsung," tegas Menteri Marwan.

Peringatan 100 hari kematian almarhum Salim Kancil, lanjut Menteri Marwan, adalah momentum untuk menata kembali pola pengelolaan sumber daya alam yang ada di desa, termasuk pengelolaan pertambangan desa.

"Kekayaan pertambangan desa merupakan anugerah Tuhan untuk seluruh warga desa, bukan untuk seseorang atau kalangan tertentu. Karena itulah pengelolaannya pun harus melibatkan partisipasi seluruh warga desa dan untuk kesejahteraan seluruh warga desa," jelasnya.

Menteri Marwan menambahkan, komitmen pemerintahan Jokowi-JK menjadikan desa sebagai pondasi pembangunan nasional sangatlah kuat. Komitmen ini diwujudkan dengan dana desa yang akan ditingkatkan jumlahnya dari tahun ke tahun.

"Pada 2016 ini setiap desa kira-kira dapat Rp 800 juta. Saya berpesan, tolong digunakan untuk kepentingan desa sesuai dengan aspirasi masyarakatnya," ujarnya lagi.[wid]
 
EDITOR:

Kolom Komentar


Video

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

Kamis, 08 Agustus 2019
Video

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Jumat, 09 Agustus 2019
Video

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Rabu, 14 Agustus 2019