Mengapa Jumlah Parpol Fluktuasi Dari Pemilu Ke Pemilu

Sabtu, 28 Mei 2016, 14:45 WIB | Laporan: Johannes Nainggolan

foito :net

Guru besar FISIP Universitas Indonesia, Valina Singka Subenti menilai fluktuasi jumlah partai politik erat kaitannya dengan UU Kepartaian dan UU Pemilu yang terus berkembang.

Di samping itu juga terkait perjalanan panjang Indonesia, mulai dari sistem parlementer dan demokrasi terpimpin, orde baru hingga ke reformasi.

"Dalam demokrasi terpimpin partai mulai dibatasi pergerakannya, kemudian mengalami pencapaian kesempurnaan pada masa orde baru," ujar Valina dalam diskusi dengan topik: "Partai-partai Baru dan Kemungkinan Perubahan Paket UU Politik" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/5)

Kesempurnaan di masa Orba, ulas Valina, pemerintah yang mengatur kehidupan parpol. Hal ini disebabkan pemerintahan Orba berfokus pada pembangunan. Untuk itulah jumlah partai harus dibatasi. Bahkan pemerintahan Orba juga mengatur ideologi kepartaian dengan sedemikian rupa supaya tidak mengganggu program pemerintah.

"Setelah demokrasi baru keran kebebasan itu dibuka, barulah ratusan partai itu berdiri pada masa reformasi," sambungnya

Meski di era reformasi ratusan partai telah terbentuk, namun keikutsertaan mereka tersaring dari regulasi yang dibuat.

"Ini ada kaitannya dengan regulasi terkait mengenai UU Kepartaian dan UU Pemilu sehingga jumlah partai itu berfluktuasi dari pemilu ke pemilu," jelasnya.[wid]


Kolom Komentar