Moeldoko Ibaratkan Projo Seperti TNI-Polri, Demokrat: Bodoh Dan Menyesatkan!

Kamis, 20 September 2018, 11:29 WIB | Laporan: Sukardjito

Moeldoko/net

Relawan Pro Jokowi (Projo) dianggap mantan Panglima TNI, Jenderal (pur) TNI Moeldoko, ibarat TNI-Polri.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik, menanggapi pernyataan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko soal relawan Pro Joko Widodo (Projo).

Hal itu ia sampaikan melalui akun Twitter-nya, @RachlanNashidik, yang diunggah Kamis (20/9).

Rachland awalnya mengutip pernyataan Moeldoko yang menyebut peran Projo menyamai peran TNI dan Polri.

"Mungkin dengan pernyataannya bermaksud mengajak Projo menjadi alat pemersatu bangsa. Tapi ajakan yang baik ini sebenarnya bisa disampaikan tanpa perlu membuat persamaan antara Projo dengan TNI-Polri. Selain tidak perlu, pernyataan itu bodoh dan menyesatkan," ujar Rachland.

Rachland pun menjelaskan, dirinya menyebut bodoh, karena pernyataan itu tak merefleksikan pengetahuan, etika dan norma yang dulu wajib ia penuhi sebagai Panglima TNI, yakni TNI adalah alat negara, netral dan tidak terlibat politik praktis.

"Padahal saya dengar Moeldoko adalah prajurit yang sebenarnya cerdas," tukas Rachland.

Rachland lalu menerangkan lagi, diksi menyesatkan. Ia beralasan pernyataan Kepala Staf Presiden Moeldoko tersebut berpotensi disalah-artikan oleh prajurit TNI-Polri.

"Di bawah sebagai permakluman bahkan persetujuan pemerintah untuk TNI dan Polri memihak pada Presiden inkumben dan aktif berpolitik praktis. Seperti halnya Projo," ucap dia. [jto]
Editor: Sukardjito

Kolom Komentar