Resepsi Diplomatik KBRI Quito Dibuka Menlu Ekuador

Selasa, 25 September 2018, 04:22 WIB | Laporan: Ruslan Tambak
. Sebagai rangkaian peringatan HUT ke-73 RI tahun 2018, KBRI Quito telah melaksanakan resepsi diplomatik yang dibuka secara resmi oleh Menteri Luar Negeri Ekuador, José Valencia, sebagai guest of honour. Acara tersebut bertempat di Hotel Hilton Quito, Ekuador pada Senin (17/9) waktu setempat.

Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 300 orang tamu yang terdiri dari pejabat pemerintah Ekuador, seperti Jaksa Agung Ekuador, Ruth Palais, ketua Chamber of Industry and Business, Pablo Semana, anggota Nasional Asemblea, para Duta Besar, kalangan diplomatik, para pengusaha, pemuka agama Islam dan Katolik, perwakilan travel agents dan hotel, akademisi, masyarakat Indonesia di Ekuador serta para sahabat Indonesia lainnya.

Resepsi diplomatik diawali dengan prosesi cucuk lampah oleh dua penari dari KBRI Quito, untuk membawa Dubes RI dan Tjokrosuprihatono serta Menteri Luar Negeri José Valencia Amores masuk ke dalam ballroom Los Syhris Hotel Hilton Colon Quito untuk membuka secara resmi kegiatan resepsi diplomatik.

Setelah itu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan kedua negara oleh seluruh staf KBRI dan perwakilan masyarakat Indonesia di Ekuador dilanjutkan dengan pidato singkat Duta Besar RI dan sambutan Menteri Luar Negeri Ekuador sebagai tamu kehormatan.

Dalam sambutan Dubes RI, selain membahas mengenai perkembangan hubungan RI-Ekuador, Dubes RI juga menyampaikan mengenai perkembangan yang baru-baru ini terjadi di Indonesia yaitu kesuksesan Indonesia sebagai Tuan Rumah Asian Games (pada 18 Agustus -2 September) dan Asian Paragames (6-13 Oktober 2018) serta terkait bencana Lombok yang terjadi beberapa waktu lalu.

Dubes RI menyampaikan apresiasi terhadap ucapan belasungkawa yang disampaikan oleh pihak-pihak Ekuador dan mengharapkan agar hal yang sama tidak terjadi di Ekuador. Dalam kesempatan itu, Dubes RI juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Ekuador atas dukungan yang diberikan kepada Indonesia dalam pemilihan anggota tidak tetap DK PBB beberapa waktu yang lalu.

Pada kesempatan tersebut, Dubes RI juga memberikan apresiasi khusus terhadap para relawan Indonesia di Ekuador, seperti para misionaris Katolik, relawan pengajar dan traveler yang juga melakukan misi sosial di tempat-tempat yang dilalui.

Kegiatan serta pelayanan sosial yang dilakukan sangat unik, seperti para Misionaris yang melakukan pendekatan melalui permainan sepak bola, musik dan budaya; relawan yang mengajar bahasa inggris melalui permainan; dan traveler yang melakukan misi sosial serta promosi Indonesia seperti mengadakan workshop batik pada anak-anak setempat. Dubes RI menambahkan, para relawan tersebut telah berkontribusi dalam memberikan citra positif terkait masyarakat Indonesia yang toleran dan berjiwa kemanusiaan.

Menlu Ekuador, José Valencia menyampaikan tentang hubungan kedua negara yang semakin meningkat di berbagai bidang, khususnya di bidang perdagangan. Kedua negara mempunyai persamaan dengan penduduknya yang beranekaragam budaya, etnik dan bahasa. Keanekaragaman tersebut adalah kekayaan bersama. Hal ini juga ditandai dalam Motto Nasional Bangsa Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika (Unity in Diversity).

Kedua negara juga mempunyai pandangan yang sama dalam berbagai isu internasional, khususnya dalam hal multilateralisme, penghormatan terhadap hukum internasional serta upaya menciptakan perdamaian dan keamanan dunia.   

Usai sambutan Duta Besar RI dan Menlu Ekuador, kemudian melakukan toast sebagai tanda dibukanya acara secara resmi yang diiringi oleh bunyi alat musik angklung. Kemudian dilanjutkan dengan prosesi pengerukan tumpeng oleh Duta Besar RI sekaligus menjelaskan filosofi pengerukan tumpeng yang didampingi oleh Tjokrosuprihatono.

Potongan tumpeng pertama diserahkan kepada Menteri Luar Negeri Ekuador, José Valencia sebagai Guest of Honour. Selanjutnya tumpeng juga diberikan kepada perwakilan misionaris Indonesia di Ekuador, volunteer dan traveller Indonesia, serta perwakilan perusahaan Sertecpec dan Emetricplus yang telah menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Selanjutnya acara diisi dengan pertunjukan seni berupa musik yang dibawakan oleh para Misionaris yang khusus hadir untuk menghibur para tamu undangan. Berbagai macam tarian Indonesia juga mengisi kehangatan acara resepsi, dengan menampilkan tari Punggawa oleh Edgar Freire seorang alumni darmasiswa, tari Bajidor Kahot dan Zapin oleh Vera yang merupakan staf KBRI, dan satu tarian spesial Medley Nusantara mulai dari Aceh, Betawi, Bali, Sulawesi, Kalimantan dan Papua, yang dibawakan oleh mahasiswi Universidad San Francisco de Quito. Acara hiburan diakhiri dengan menarikan tari Poco-poco, Sajojo, Gemufamire dan tarian lainnya bersama dengan tamu undangan.

Dalam kesempatan acara tersebut, KBRI Quito memberikan sajian makanan yang istimewa kepada seluruh tamu undangan yang dimasak langsung oleh juru masak Wisma Duta yaitu Chef Aloysius Marino, sekaligus sebagai ajang untuk memperkenalkan berbagai macam makanan khas Indonesia seperti, nasi tumpeng, nasi campur Bali, mie ayam, serabi kucur, baso bakar, asinan dan es doger.

Untuk tahun kedua dalam penyelenggaraan Resepsi Diplomatik, KBRI Quito mengambil tema Kepedulian dan Kerja Keras, Prestasi Bangsa. Tema dari acara tersebut digambarkan dalam sebuah bentuk pameran foto disalah satu sudut ruang acara, yang memamerkan foto-foto kegiatan sosial yang dilakukan oleh misionaris, volunteer dan seorang traveler Indonesia serta kegiatan dan capaian yang dilakukan oleh KBRI Quito. [rus]

Kolom Komentar


Video

Mulai Panas, Nasdem Sindir PKB

Kamis, 18 Juli 2019
Video

Anies Makin Berprestasi Makin Dicaci?

Senin, 22 Juli 2019
Video

Riset: Foto Cantik Memang Membantu Calon Di Pemilu

Selasa, 23 Juli 2019