Inilah Alasan Gerindra Walk Out Saat Rapat Anggaran Dengan BMKG

Selasa, 02 Oktober 2018, 12:03 WIB | Laporan: Adityo Nugroho

Fary Djemi Francis/RMOL

Kinerja Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendapat sorotan wakil rakyat di Senayan. Terutama menyangkut peringatan dini.

"BMKG hanya memprediksi bencana hingga 10 bulan ke depan, padahal itu kan amat berbahaya soalnya kita punya geografis yang rentan terhadap bencana," ujar Ketua Komisi V DPR, Fary Djemi Francis di gedung Nusantara II Senayan, Jakarta, Selasa (2/10).

Beberapa waktu sebelum gempa dan tsunami menghantam wilayah Sulawesi Tengah, saat rapat dengar pendapat dengan komisinya, ia pribadi sempat melontarkan rasa kecewa atas pertanggungjawaban anggaran BMKG.

"Ini membuat kami Fraksi Gerindra keluar, walk out saat rapat anggaran 2018 dengan kepala BMKG (Dwikorita Karnawati) karena kami pertanyakan soal pertanggungjawaban anggaran yang sudah diberikan Rp 1,7 triliun," tegasnya.

Menurut Fary, BMKG harus bertanggung jawab terkait besarnya resiko bencana yang dihadapi Indonesia belakangan ini.

"Seharusnya BMKG bisa memberi penjelasan kepada publik soal pengumuman tsunami sudah selesai, tandasnya.[wid]
Editor:
Tag:

Kolom Komentar


Video

Futsal 3 X Seminggu Tingkatkan Kecerdasan Otak

Selasa, 16 Juli 2019
Video

Garuda Perlu Tinjau Ulang Aturan Mengambil Foto dan Video

Rabu, 17 Juli 2019
Video

Mulai Panas, Nasdem Sindir PKB

Kamis, 18 Juli 2019