Mahasiwa: Pancasila Bukan Slogan

Minggu, 07 Oktober 2018, 14:41 WIB | Laporan: Adityo Nugroho

Mahasiswa Untag/RMOL

Nilai-nilai Pancasila terdegradasi di tengah situasi politik saat ini, menjadi perhatian sejumlah kalangan, termasuk mahasiswa.

Mahasiswa Universitas 17 Agustus (Untag) menggelar kuliah ruang publik mata kuliah Pancasila, Sejarah dan Agama di area Car Free Day (CFD), Jakarta, Minggu (7/10). Hal tersebut dilakukan untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di tengah terjadinya degradasi politik saat ini.

“Kalau kondisi politik ini kan beberapa tahun terakhir ini mengalami degradasi. Nah maka itu lah penting bagi kita menanamkan nilai-nilai Pancasila kembali,” ujar Dekan FISIP Untag Firman di sekitar Bunderan HI.

Dia menegaskan kampusnya saat ini tidak memiliki afiliasi politik ke mana pun. Landasan pergerakan kampusnya hanya didasarkan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berisi pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

“Spanduk-spanduk itu imbauan atau statement dari kami. Jadi itu hanya untuk menginformasikan ke publik pentingnya nilai Pancasila itu sebagai karakter,” ungkapnya.

Dia menyadari Pancasila itu bukan hanya slogan-slogan seperti yang saat ini lazim dilakukan oleh pemerintah atau beberapa elemen masyarakat, tetapi lebih kepada bagaimana praktiknya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Jadi Pancasila bukan hanya slogan, kita melihat keragaman itu penting dan NKRI sebagai harga mati. Kita hadir ke publik ini untuk mengingatkan agar itu perlu dijaga,” tandas Firman. [jto]
Editor: Sukardjito

Kolom Komentar


Video

Lebih Baik Prabowo Mati Daripada Berkhianat

Jumat, 12 Juli 2019
Video

Kemesraan Jokowi-Prabowo Belum Berlalu

Senin, 15 Juli 2019
Video

Futsal 3 X Seminggu Tingkatkan Kecerdasan Otak

Selasa, 16 Juli 2019