Dialog Antar Umar Beragama Bisa Munculkan Rasa Saling Menghargai

Sabtu, 13 Oktober 2018, 15:24 WIB | Laporan: Bonfilio Mahendra Wahanaputra

Franz Magnis Suseno/Net

Sosialisasi kampanye secara damai dan dialog antar umat beragama merupakan cara ampuh dalam meminimalisasi potensi konflik identitas selama Pilpres 2019.

Begitu kata budayawan Franz Magnis Suseno dalam Dialog Peradaban Lintas Agama di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10).

"Karena agama mesti ada unsur damai, dalam perbedaan kita saling menghargai. Dan pertemuan semacam ini kan menunjukkan bahwa orang berbeda bisa saling menghargai dan saling mendengarkan juga," ujar Romo Magnis.

Kepada masyarakat, dia mengimbau agar turut mengantisipasi isu-isu SARA dengan tidak mencampurkan urusan agama ke politik. Masyarakat juga harus bisa menangkal dan menyikapi secara bijak jika ada isu SARA yang beredar di lingkungan mereka.

"Tentu kita sekarang menjelang pilpres hanya 6 bulan lagi dan dengan sendirinya ketegangan-ketegangan dalam masyarakat bisa naik, maka sangat perlu suasana yang sejuk dan positif dan saling percaya antara umat beragama," tambah Romo Magnis.

Perbedaan, kata dia, merupakan hal yang wajar dalam menghadapi pemilu. Dengan kata lain, perbedaan jangan dihubungkan kepada urusan politik identitas yang dapat menimbulkan konflik.

"Jadi tidak perlu perbedaan dan kompetisi politik yang panjang dihubungkan dengan agama dan jangan agama dipolitikkan," tutupnya. [ian]

Kolom Komentar