Peluru Nyasar Lima Ruangan, DPR Minta Lapangan Tembak Senayan Ditutup

Gedung dewan/Net

Insiden peluru nyasar di sejumlah ruang kerja anggota DPR melahirkan wacana relokasi Lapangan Tembak dan pemasangan kaca antipeluru untuk ruang kerja anggota Dewan. Menyikapi hal ini, Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR akan memanggil Sekretariat Negara (Setneg), pekan depan.

Ketua BURT DPR Anton Sihombing menyatakan, pihaknya telah menggelar rapat gabungan dengan Polri untuk membahas mengenai peluru dari lapangan tersebut yang nyasar ke lima ruanggan anggota DPR.

Hasilnya, memutuskan meminta Setneg menutup Lapangan Tembak, Senayan. Hasil rapat tersebut akan dibahas dengan Setneg paling lambat Rabu pekan depan.

“Kami sudah melakukan rapat dengan Kesekjenan (DPR), Kepolisian, dan seluruh Pimpinan BURT. Kami putuskan, lapangan tembak ditutup," ujar Anton dalam diskusi di Ruang Wartawan, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (18/10).

Selain Setneg, BURT DPR juga akan memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk membahas pengamanan lingkungan Kompleks Parlemen, yang merupakan salah satu objek vital negara.

Kepolisian wajib bertanggung jawab atas keamanan Kompleks Parlemen sebagaimana diatur Keppres 63/2004 tentang Pengamanan Objek Vital dan UU 2/2002 tentang Polri.

“DPR levelnya sama dengan Istana. Polri harus menjaga objek vital ini. Soal pemindahan (Lapangan Tembak) harus dibahas dengan Setneg. Sebab, mereka merupakan pemilik lahan Lapangan Tembak Senayan,” tutur Anton.

Politisi Partai Golkar ini juga mendukung usulan Ketua DPR Bambang Soesatyo yang meminta ruang kerja anggota DPR dipasangi kaca film antipeluru. Terlebih, benda tersebut sudah digunakan di sejumlah gedung pemerintahan.

“Kalau enggak bisa ditutup itu Lapangan (Tembak), apa salahnya kita pasang (kaca antipeluru)? Selaku penjabat negara, anggota DPR juga memiliki hak untuk mendapat keamanan,” jelas dia.

Anton berharap, pemasangan kaca antipeluru tak dipersoalkan. Dia memandang, pemasangan itu tidak termasuk tindakan di luar batas kewajaran.

"Gedung departemen itu sudah 12 tahun lalu dipasang kaca antipeluru dari bawah sampai ke atas. Kok kalau DPR mau pasang sewot semua,” tandasnya. [ian]

Kolom Komentar


Video

Viral Tenaga Medis Keluar Dengan APD Lengkap Sambil Teriak "Kami Capek, Kami Capek"

Jumat, 22 Mei 2020
Video

Habib Umar Assegaf dan Satpol PP Asmadi Saling Memaafkan

Sabtu, 23 Mei 2020
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Pesawat Pakistan di Pemukiman Padat Penduduk

Sabtu, 23 Mei 2020

Artikel Lainnya

Kasus OTT Di Kemendikbud, Muhtar Said: KPK Jangan Seolah-olah Jadi Alat Politik
Politik

Kasus OTT Di Kemendikbud, Mu..

25 Mei 2020 22:50
Maruf Amin Minta Maaf, Andi Yusran: Pemerintah Tidak Boleh Sekadar Meminta Maaf, Tapi Upaya Ekstra Cerdas
Politik

Maruf Amin Minta Maaf, Andi ..

25 Mei 2020 21:42
Cerita AHY Rayakan Lebaran Idul Fitri Di Tengah Covid-19 Dan Tanpa Ibu Ani Tercinta
Politik

Cerita AHY Rayakan Lebaran I..

25 Mei 2020 20:58
Siti Fadilah Supari Kembali Dijebloskan Ke Penjara, Andi Arief: Siti Fadilah Bukan Koruptor Dan Penjahat Besar
Politik

Siti Fadilah Supari Kembali ..

25 Mei 2020 19:58
DPR Soal Kepmenkes The New Normal: Negara Belum Mampu Topang 100 Persen Perekonomian
Politik

DPR Soal Kepmenkes The New N..

25 Mei 2020 17:41
MUI: Selebaran Catut DP MUI Tolak Rapid Test Alat PKI Adalah Hoax!
Politik

MUI: Selebaran Catut DP MUI ..

25 Mei 2020 17:12
Pemerintah Keluarkan Kepmenkes The New Normal, Saleh Daulay:  Jangan Terlalu Gembira Dengan Aturan!
Politik

Pemerintah Keluarkan Kepmenk..

25 Mei 2020 15:37
Copot Kapolsek Tertidur, Kapolda Jatim Diminta Belajar Dari Menhan Prabowo
Politik

Copot Kapolsek Tertidur, Kap..

25 Mei 2020 15:16