KBRI Beijing Gali Potensi Investasi Di Hubei

Minggu, 21 Oktober 2018, 12:15 WIB | Laporan: Widian Vebriyanto

Dubes Djauhari tinjau YOFC/Net

Provinsi-provinsi di Tiongkok yang berada di bagian tengah tidak boleh dipandang sebelah mata. Sebab, tingkat kemajuan perekonomian di daerah ini terbilang cukup maju. Salah satunya di Provinsi Hubei.

Kedutaan Besar Indonesia di Beijing secara khusus mulai melirik wilayah ini agar bisa berinvestasi dan berdagang dengan Indonesia. Berbagai telah upaya dilakukan agar kerja sama ekonomi dengan Hubei dengan Indonesia semakin kuat.

Teranyar, Dubes RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun melakukan kunjungan ke Kota Wuhan, Provinsi Hubei pada tanggal 19 hingga 20 Oktober. Dia datang untuk mengikuti kegiatan Forum on Global Production Capacity and Business Production.

Forum ini digelar dalam rangka meningkatkan kerja sama antara 6 provinsi bagian tengah Tiongkok, yaitu Hubei, Shanxi, Anhui, Jiangxi, Henan dan Hunan dengan berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dubes Djauhari berkesempatan menyaksikan penandatangan MoU kerja sama antara China Gezhouba Group, yang merupakan salah satu BUMN bidang Konstruksi dan Engineering terkemuka di Tiongkok dari Provinsi Hubei dengan PT Mega Kuningan Internasional. Nilai kerja sama ini mencapai 150 juta dolar AS.

Perusahaan ini telah aktif berbisnis di Indonesia. Gezhouba Group kini  sedang menyelesaikan proyek investasi PLTA 190MW dengan total investasi sekitar 620 juta dolar AS. Selama tiga tahun terakhir, nilai proyek yang telah ditandatangani Gezhouba Group di Indonesia telah mencapai angka 230 juta dilar AS.

Di tempat ini, Dubes Djauhari juga menyempatkan diri meninjau perusahaan Yangtze Optical Fibre and Cable Joint Stock Ltd. Co. (YOFC). Perusahaan lokal yang bergerak di bidang pembuatan kabel fiber opti telah mendirikan dua pabrik di Karawang, Indonesia dengan nilai investasi sebesar 36 juta dolar AS.

“Inovasi YFOC di bidang fiber optik, komponen utama dalam komunikasi digital, juga telah ditransfer kepada dua pabriknya di Indonesia. Ke depannya, YFOC akan meningkatkan kapasitas produksi di Indonesia, dan menjadikan Indonesia sebagai hub produksi dan distribusi produknya untuk kawasan ASEAN dan Pasifik,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (21/10).

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan di kota Wuhan, Dubes Djauhari telah menjadi salah satu panelis dalam Construction and Engineering Session, pada Forum on Global Production Capacity and Business Cooperation.

Dalam paparan, Dubes RI menjelaskan perkembangan ekonomi Indonesia dan kebijakan serta insentif investasi terkini kepada sekitar 200 peserta forum dari berbagai perusahaaan kostruksi terkemuka di Tiongkok.

“Ke depan, diharapkan kerja sama investasi dan ekonomi antara Indonesia-Tiongkok akan semakin meningkat dan semakin memajukan kedua bangsa yang besar ini,” tukasnya. [ian]

Kolom Komentar


Video

Lebih Baik Prabowo Mati Daripada Berkhianat

Jumat, 12 Juli 2019
Video

Kemesraan Jokowi-Prabowo Belum Berlalu

Senin, 15 Juli 2019
Video

Futsal 3 X Seminggu Tingkatkan Kecerdasan Otak

Selasa, 16 Juli 2019