Jokowi Tawarin AHY Menteri, SBY Termakan Harapan Prabowo

Sabtu, 17 November 2018, 13:59 WIB | Laporan: Bunaiya Fauzi Arubone

SBY/RM

. Mantan politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengungkap alasan kenapa Demokrat kurang serius memenangkan pasangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2018.

Jurubicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf itu mengatakan, Demokrat bukanlah "main dua kaki" tapi memang setengah hati memenangkan paslon nomor urut 02.

Jelas Ruhut, dukungan yang diberikan Demokrat kepada Prabowo-Sandi hanya karena termakan harapan yang diberikan oleh Prabowo.

Pada awalnya kata dia, Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menawarkan putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk dijadikan sebagai Cawapres mendampingi petahana Jokowi.

"Pak SBY itu orang Jawa, orang Jawa itu pakai gestur. Kalau ketemu Jokowi kadang bilang, 'Pak Jokowi, Mas AHY ini surveinya tertinggi sebagai Cawapres'," ujar Ruhut dalam diskusi 'Narasi Gaduh, Politik Kisruh' di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (17/11).

Namun, lanjutnya, Jokowi saat itu hanya menawarkan dua posisi menteri untuk Demokrat. Satu untuk AHY, satu lagi untuk kader lain Demokrat.

"Makanya, kami kaget tahunya mendukung Pak Prabowo. Ini karena hope (harapan) yang diberikan Pak Prabowo kalau AHY masuk bursa Cawapres. Tapi malah pilih Sandiaga yang tidak pernah masuk survei," pungkas Ruhut. [rus]

Kolom Komentar