PILPRES 2019

Hoax Tidak Mendongkrak Elektabilitas Capres

Kamis, 10 Januari 2019, 23:01 WIB | Laporan: Aprilia Rahapit

Ilustrasi/Net

Berita bohong alias hoax marak jelang Pilpers 2019. Namun ternyata, salah besar berharap popularitas dan elektabilitas pasangan capres-cawapres akan terdongkrak dengan modal menebar hoax.



"Hoax nggak ada pengaruhnya terhadap tingkat keterpilihan," kata analis politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, saat menjadi pembicara diskusi "Indonesia Darurat Hoaks: Siapa Untung" di kantor Perkumpulan Gerakan Kebangsaan, Jakarta Selatan, Kamis (10/1).



Buktinya, kata dia, Jokowi kerap diserang dengan isu politik identitas dan SARA namun berdasarkan hasil survei banyak lembaga, tingkat keterpilihan Jokowi tetapi tinggi.

 Bahkan elektabilitas Jokowi tetap tak goyah banyak meski terus dikait-kaitkan dengan PKI.

"Nggak turun-turun tuh," katanya.



Sama halnya dengan Prabowo. Menurut Adi, Prabowo tidak menikmati peningkatan elektabilitas dari maraknya hoax. Banyak data survei menyebut elektabilitasnya cuma berada di rentang 30-35 persen.



"Hoax itu by design dan itu merupakan racun demokrasi. Stop hoax dan jangan pernah dibuat lagi," tandas Adi.[jto]
Editor: Sukardjito
Tag:

Kolom Komentar