Donors and Special Interests

Joko Widodo dan Prabowo Subianto/Net

INVESTING and politics clearly don't mix. Tapi uang dan politik ngga bisa dipisahkan. Politics is so emotional, so tribal, sehingga sering membutakan analisa para pengusaha.

Para pengusaha beresiko bila misread the way the political winds are blowing. Terutama ketika mereka dibohongin lembaga survei. Taipan rugi di Pilkada DKI.

Uang kendalikan politik. Lucu bila ada seorang kandidat presiden mengaku hanya punya aset belasan milyar. Tapi bisa running for presidency.

Pasti ada sumber pembiayaannya. Bayar relawan, cetak spanduk dan kaos, iklan tivi, sewa pabrik polling dan upah preman. Jika bukan dari ngembat duit negara, pasti donasi dari donatur. Dan donors identik dengan special interest.

Menurut analisa POLITICO, The real estate Mogul Donald Trump mau ga mau menerima bantuan dari 73 donors yang menyumbang $1.7 million dan $57.3 million untuk Partai Republik.

Pidato Trump yang menyatakan "I am not controlled by my donors, special interests or lobbyists" harus sedikit dikompromikan saat menghadapi Hillary Clinton’s big-money machine yang terdiri dari komite politik, super PAC, nonprofit groups dan billioner seperti George Soros yang lebih kaya dari Trump.

The more concentrated the sources of funding to a political campaign, the higher the risk a politician will be influenced by special interests,” kata Professor Luigi Zingales, director of the Stigler Center.

Pasca menang, Presiden Trump terpaksa memberi 39% dari 119 people Trump reportedly considered for high-level government posts.

Ada Silicon Valley tycoon Peter Thiel yang menghabiskan dana $3.3 million selama masa kampanye. Thiel punya pengaruh signifikans di tim transisi.

Trump mengangkat Linda McMahon sebagai Ketua Small Business Administration. Lindan bersama suaminya Vince McMahon terkenal di dunia hiburan wrestling dan menyumbang $6 million to a pro-Trump super PAC.

Pengaruh taipan akan lebih besar seandainya Hillary Clinton yang menang.

There will be a lot of debate about whether money played a disproportionate role in their nomination," ujar Sheila Krumholz, executive director of the Center for Responsive Politics.

"But the larger question looms of what exactly are their qualifications, political patronage aside," tambahnya.

Bagi-bagi kursi di antara patron politik dan taipan tidak bisa dihindari seandainya Calon Presiden kere menang. Karena dia sangat tergantung kepada Big Donors. [***]

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak)

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Edhy Prabowo Ditangkap KKP, Demokrat: Sejak Awal Kami Ingatkan Hati-hati Dengan Ekspor Benur
Politik

Edhy Prabowo Ditangkap KKP, ..

25 November 2020 12:42
Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Ini Arahan Prabowo Subianto Lewat Ketua Harian Partai Gerindra
Politik

Edhy Prabowo Ditangkap KPK, ..

25 November 2020 12:41
Sebagai Sesama Kader Gerindra, Wagub DKI Prihatin Penangkapan Edhy Prabowo
Politik

Sebagai Sesama Kader Gerindr..

25 November 2020 12:38
Menteri KKP Diciduk KPK, Politikus PPP: Jangan Langsung Dihakimi Pasti Bersalah
Politik

Menteri KKP Diciduk KPK, Pol..

25 November 2020 12:21
Ketua Harian Partai Gerindra: Kami Belum Bisa Berkomentar, Tunggu Informasi Valid Dari KPK
Politik

Ketua Harian Partai Gerindra..

25 November 2020 12:18
Penangkapan Edhy Prabowo Mengingatkan Kisah Luthfi Hasan Dan PKS Di Masa SBY
Politik

Penangkapan Edhy Prabowo Men..

25 November 2020 12:12
Edhy Prabowo Ditangkap, Kembalikan Bu Susi!
Politik

Edhy Prabowo Ditangkap, Kemb..

25 November 2020 11:55
Sebut Nama Kabareskrim Di Persidangan, Kok Saat Diperiksa Propam Polri Napoleon Mingkem?
Politik

Sebut Nama Kabareskrim Di Pe..

25 November 2020 11:52