Di Harlah Muslimat NU, Jokowi Singgung Tentang Islam Moderat

Minggu, 27 Januari 2019, 10:33 WIB | Laporan: Aprilia Rahapit

Joko Widodo/RMOL

Presiden Jokowi mengaku bangga melihat ribuan jemaah dari berbagai daerah dan suku yang datang menghadiri Hari Lahir (Harlah) ke-73 Muslimat Nahdlatul Ulama di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (27/1).

Namun pesan dia, tetap perkuat persaudaraan antarsesama.

"Pada kesempatan ini saya titip, ini kan sesudah menjelang tahun politik Pilgub Pilwakot Pilpres kalau sudah masuk ke hal-hal politik.  Kita saling lupa antarkampung, tidak saling ngomong.  Antara tetangga tidak saling sapa gara gara Pilgub. Di dalam majelis ta'lim loh loh. Apakah ini benar?  Benar nggak? Jangan seperti itu. Boleh ndak saling menghina? Boleh nggak saling mengejek? Kita ini saudara sebangsa dan tanah air," kata Jokowi kepada wartawan.

Presiden Jokowi meminta jangan sampai gara-gara perbedaan politik, baik di tingkat pemilihan bupati, walikota, gubernur, maupun presiden, masyarakat menjadi terpecah belah.

"Marilah kita jaga ukhuwah islamiyah watiniah kita jangan sampai karena perbedaan kita menjadi tidak seperti saudara padahal kita adalah saudara, saya rasa itu," tuturnya.

Sekali lagi, Jokowi menyampaikan selamat harlah Muslimat NU yang ke-73.

"Semoga Muslimat NU tambah jaya selalu diberikan barokah oleh Allah SWT dan Indonesia menjadi makmur dan sejahtera," lanjutnya.

Jokowi kembali menekankan sudah seharusnya masyarakat menjaga nilai-nilai toleransi, dan saling menghargai.

"Saling menghormati di antara suku yang ada perbedaan agama yang kita miliki. Juga tadi disampaikan Islam moderat tidak yang radikal ekstrim tapi mampu menghargai menghormati saudara-saudara kota yang lain yang berbeda agama suku bahasa," tandasnya.[wid]

Kolom Komentar