Dimensy.id Mobile
Dimensy.id
Apollo Solar Panel

Indonesia Barokah Urusan Dewan Pers, JS Prabowo: Rasa-rasanya Kok Aneh

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Senin, 28 Januari 2019, 04:53 WIB
<i>Indonesia Barokah</i> Urusan Dewan Pers, JS Prabowo: Rasa-rasanya Kok Aneh
JS Prabowo/Net
rmol news logo Mantan Kepala Staf Umum TNI, Letjen (purn) Johannes Suryo (JS) Prabowo mengaku heran dengan tanggapan Polri atas peredaran tabloid Indonesia Barokah.

Sebab, Polri menilai penindakan kasus tersebut masuk dalam ranah Dewan Pers.  

“Apa iya ya, ujaran kebencian yang disampaikan via tabloid itu urusan Dewan Pers?” tanyanya dalam akun Twitter @marierteman, Minggu (27/1).

Baginya pernyataan itu aneh dan tidak adil. Apalagi, isi dari Indonesia Barokah menyudutkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Selain itu, juga mendiskreditkan Aksi Bela Islam.

“Rasa-rasanya koq aneh dan nggak adil. Apa karena pelakunya yang terindikasi itu ‘orang dalam’?” tanyanya lagi.

Sementara itu, Wasekjen DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mengaku sudah melakukan penyelidikan atas dalang di balik tabloid tersebut. Berdasarkan jejak digital yang ditelusurinya, dalang Indonesia Barokah diduga berasal dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf.

Dia menuding nama Wakil Direktur Komunikasi Politik TKN, Irfan Wahid atau yang dikenal Ipang Wahid sebagai dalangnya.

"Ipang Wahid patut diduga terlibat dalam tabloid Indonesia Barokah,” kata Andre. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA