DPR Kurang Nyaring Bicara Penahanan WNI Di India

Patra M Zein/Net

Nasib delapan warga negara Indonesia (WNI), yang ditahan di dalam kapal di perairan Ghogha, India, menjadi perhatian serius mantan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Patra M Zen.

Kedelapan WNI itu merupakan anak buah kapal (ABK) Miss Gaunt, kapal milik perusahaan asal Belanda, Nordav BV. Perusahaan itu dinyatakan pailit dan mempunyai utang kepada perusahaan India.

Buntutnya pada 20 September 2018 lalu, Pengadilan Tinggi Gujarat India memutuskan untuk menahan kapal termasuk para ABK-nya di dalam kapal.

Patra mengaku prihatin dengan sikap para anggota dewan, khususnya yang berasal dari dapil luar negeri, karena tidak keras berbicara mengenai kasus ini.

"ABK dan buruh migran merupakan konstituen anggota DPR dapil DKI Jakarta 2. Sayangnya, para petahana DPR RI dari dapil ini kurang lantang dan nyaring bersuara,” ujar Patra, Rabu (30/1).

Patra yang pada Pileg 2019 mendatang maju dari Hanura di dapil DKI 2 akan berkomitmen memperjuangkan pembebasan ABK tersebut.

Dia bahkan mengaku sudah menemui keluarga korban. Salah satunya istri dari Andy Ferry Jaya, Selvy. Kepada Patra, Selvy bercerita tentang kondisi memprihatinkan suaminya di dalam kapal. Dia juga meminta agar pemerintah segera membebaskan suaminya.

“Suami saya sudah hampir 5 bulan sampai saat ini tidak bisa kembali ke Indonesia. Suami saya tidak menerima gaji hampir 9 bulan ini. Kalau sudah kayak begini kemana kami harus mengadu,” tutur Patra menirukan keluhan Selvy.

Dalam kesempatan itu, Patra memastikan akan memperjuangkan nasib semua WNI yang tersandung kasus hukum di luar negeri, jika dia terpilih menjadi anggota dewan. [ian]

Kolom Komentar


Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Perahu KN 3 SAUDARA Terhempas Ombak, 1 Orang Nelayan MD

Jumat, 29 Mei 2020
Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Lebaran

Rabu, 03 Juni 2020

Artikel Lainnya

Pilkada Di Tengah Pandemik Corona Sangat Berbahaya, Begini Hasil Kajian Dahliah Umar
Politik

Pilkada Di Tengah Pandemik C..

05 Juni 2020 06:40
Penerapan New Normal Rawan Digugat, Muhtar Said: Dasar Hukumnya Apa?
Politik

Penerapan New Normal Rawan D..

05 Juni 2020 05:58
Perekonomian Tetap Tumbuh Saat Krisis Covid-19, Arief Poyuono: Tim Ekonomi Jokowi Patut Disebut Pahlawan Rakyat
Politik

Perekonomian Tetap Tumbuh Sa..

05 Juni 2020 05:24
PTUN Putuskan Jokowi Bersalah Karena Blokir Internet Di Papua, Suparji Ahmad: Jadi Efek Jera Bagi Pemerintah!
Politik

PTUN Putuskan Jokowi Bersala..

05 Juni 2020 03:06
Demokrat Kehilangan Kadernya, AHY: Bagi Saya M. Husni Thamrin Adalah Sahabat Setia Dan Pejuang Demokrasi
Politik

Demokrat Kehilangan Kadernya..

05 Juni 2020 02:44
Tanggapi Tantangan Luhut, Hensat: Mestinya Pejabat Yang Datangi Rakyat
Politik

Tanggapi Tantangan Luhut, He..

05 Juni 2020 02:00
Banyak Negara Di Dunia Ekonominya Lesu, Airlangga Hartarto: Indonesia Masih Alami Pertumbuhan 0,5 Persen
Politik

Banyak Negara Di Dunia Ekono..

05 Juni 2020 01:22
Haris Rusly Moti: Ada Faksi Di Tubuh Pemerintah Yang Mau Tendang Jokowi Seperti Mega Menggeser Gus Dur
Politik

Haris Rusly Moti: Ada Faksi ..

05 Juni 2020 00:01