Begini Cara Rizal Ramli Memperkirakan Kekalahan Jokowi

Joko Widodo/Net

Ekonom senior DR. Rizal Ramli memperkirakan pasangan Joko Widodo dan Maruf Amin kalah dalam pemilihan presiden bulan April mendatang.

Di DKI Jakarta, ia memperkirakan Jokowi akan kalah lebih dari 15 persen. Sementara di Banten, Jokowi-Maruf akan kalah sekitar 9 persen. Di Jawa Barat kekalahan Jokowi bisa lebih dari 20 persen.

Rizal Ramli juga memperkirakan, pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno akan mengalami kekalahan tipis di Jawa Tengah yang merupakan basis tradisional PDIP dan PKB.  

Di Pulau Sumatera pun Jokowi akan mengalami kekalahan telak. Hanya di Lampung ada peluang kemenangan bagi pasangan 01.

Rizal Ramli mengatakan, perkiraannya ini bersifat indikatif. Artinya, bukan didasarkan pada poling atau survei politik yang biasa dilakukan lembaga survei politik.

“Ini hanya random questi0ning, karena saya terus keliling daerah, bertemu berbagai lapisan masyarakat, dari tukang ojek, buruh, petani, kaki lima, kalangan bisnis top, menengah dan UKM,” ujarnya dalam perbincangan dengan redaksi sesaat lalu.

Rizal Ramli juga membandingkan situasi sekarang dengan masa menjelang Pilpres 2014. Di saat harapan masyarakat pada Jokowi sedang “sangat tinggi” ternyata apa yang disebut sebagai “Jokowi Effect” hanya sekitar 2 persen.

“Saat menjelang Pilpres 2014, assesment saya tepat bahwa “Jokowi effect” hanya 2 persen. Kenyataannya PDIP hanyak naik 2,4 persen menjadi 18,4 persen,” ujarnya lagi.

Saat itu, dia mengingatkan sebanyak 12 lembaga survei politik dengan berani  meramalkan “Jokowi Effect” antara 17 sampai 19 persen.

“Juga saya memperkirakan bahwa Ahok akan kalah dalam Pilkada 2017 di Jakarta. Tetapi lembaga-lembaga polling sebaliknya, mengatakan Ahok akan menang antara 2 sampai 3 persen. Ternyata kalah. Mereka melakukan kesalahan perkiraan antara 7 hingga 8 kali margin of errors,” demikian Rizal Ramli menutup penjelasannya. [dem]

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Kedatangan Menlu AS Jadi Peluang Sampaikan Pesan Tentang Laut China Selatan
Politik

Kedatangan Menlu AS Jadi Pel..

29 Oktober 2020 12:46
Rahmad Handoyo: Sebagai Orang Tua, Wajar Ibu Mega Ingatkan Kaum Milenial Agar Tidak Anarkis
Politik

Rahmad Handoyo: Sebagai Oran..

29 Oktober 2020 11:58
Sumbangsih Generasi Muda Dipertanyakan, Megawati Harusnya Berterima Kasih Sudah Diantarkan Ke Istana
Politik

Sumbangsih Generasi Muda Dip..

29 Oktober 2020 11:55
UMP 2021 Tidak Naik Jadi Jalan Tengah Di Saat Kondisi Sulit
Politik

UMP 2021 Tidak Naik Jadi Jal..

29 Oktober 2020 11:24
Senior PDIP: Maksud Ibu Mega Agar Kaum Milenial Hindari Budaya Instan
Politik

Senior PDIP: Maksud Ibu Mega..

29 Oktober 2020 11:15
Mahasiswa Aceh Besar Di Yogya Terusir Dari Asrama, Begini Dalih DPRK
Politik

Mahasiswa Aceh Besar Di Yogy..

29 Oktober 2020 10:56
Seharusnya Megawati Tanya Kontribusi Stafsus Milenial Jokowi
Politik

Seharusnya Megawati Tanya Ko..

29 Oktober 2020 10:44
Pembakaran Halte Sarinah, Fadli Zon: Operasinya Terorganisir, Waspada Agen Provokator!
Politik

Pembakaran Halte Sarinah, Fa..

29 Oktober 2020 10:43