Sekjen PAN: Jangan Sampai Bonus Demografi Jadi Bencana

Eddy Soeparno/Net

Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno didaulat menjadi pembicara kopdar Gerakan Milenial Indonesia (GMI) se-Jawa Barat di Grand Parahyangan Estate, Cimahpar, Bogor, Minggu (10/2).

Dalam kegiatan yang dihadiri kurang lebih 500 milenial itu, Eddy Soeparno mengungkapkan, Indonesia telah memasuki bonus demografi dimana jumlah usia produktif lebih banyak dibandingakan usia nonproduktif.

"Indonesia memasuki bonus demografi dimana 70-75 persen pemuda usia produktif yang bekerja akan menopang sisa sebesar 25 persen yang tidak bekerja dan ini hanya dimiliki Indonesia," ungkap Eddy yang juga Caleg DPR RI Dapil Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur.

Kondisi ini, kata Eddy, merupakan kesempatan emas yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong angkatan kerja produktif dalam meningkatkan pembangunan ekonomi Indonesia.

Namun, dia khawatir terhadap kondisi ekonomi yang terjadi saat ini dimana lapangan kerja yang tersedia tidak mampu memenuhi tenaga kerja yang ada, justru akan membawa dampak negatif terhadap bonus demografi.

"Saya keliling sebagai Sekjen PAN dan sebagai Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi ke pelosok negeri menemui masyarakat, saya tanyakan apa yang menjadi masalah mereka dan hampir sebagian besar masalahnya ada di lapangan kerja. Kalau seperti ini, apakah kita akan benar-benar siap menyambut bonus demografi," jelasnya.

Menurut Eddy, penyediaan lapangan kerja harus menjadi fokus utama agar Indonesia benar-benar siap menyambut bonus demografi yang puncaknya akan terjadi pada tahun 2030 mendatang.

"Jangan sampai nanti kesempatan emas bonus demografi justru malah menjadi bencana demografi hanya karena pondasi ekonomi kita tidak kuat dan ketersediaan lapangan kerja tidak memadai," katanya.

Dalam kesempatan itu, Eddy juga berpesan kepada milenial untuk meningkatkan kualitas diri masing-masing agar mampu berdaya saing dan tidak mudah dikalahkan bangsa lain.

"Menyambut bonus demografi, anak muda Indonesia harus menjadi raja di negerinya sendiri, mereka tidak boleh dikalahkan oleh pekerja asing," tutupnya. [ian]

Kolom Komentar


Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Perahu KN 3 SAUDARA Terhempas Ombak, 1 Orang Nelayan MD

Jumat, 29 Mei 2020

Artikel Lainnya

Tak Ada Korban Jiwa Akibat Covid-19 Jadi Target KPU Di Pilkada Serentak 2020
Politik

Tak Ada Korban Jiwa Akibat C..

01 Juni 2020 12:46
Din Syamsuddin: Pancasila Untuk Dilakukan, Bukan Diklaim Sepihak!
Politik

Din Syamsuddin: Pancasila Un..

01 Juni 2020 12:32
Di Hari Lahir Pancasila, Jokowi Ajak Masyarakat Berlomba Jadi Pemenang Lawan Covid-19
Politik

Di Hari Lahir Pancasila, Jok..

01 Juni 2020 12:28
Peringati Hari Lahir Pancasila, Gubernur Khofifah: Momentum Perkuat Solidaritas Dan Gotong Royong
Politik

Peringati Hari Lahir Pancasi..

01 Juni 2020 11:52
TNI/Polri Dilibatkan Dalam New Normal, PPP: Berisiko Tingkatkan Anggaran Serta Buat Situasi Mencekam
Politik

TNI/Polri Dilibatkan Dalam N..

01 Juni 2020 11:20
Cak Imin: Untung Ada Pancasila, Indonesia Jadi Tidak Ribut Seperti Negara Lain
Politik

Cak Imin: Untung Ada Pancasi..

01 Juni 2020 10:50
Jokowi: Layani Masyarakat Tanpa Beda-bedakan SARA!
Politik

Jokowi: Layani Masyarakat Ta..

01 Juni 2020 10:33
Puan Maharani Baca UUD 1945 Dengan menambahkan Kalimat
Politik

Puan Maharani Baca UUD 1945 ..

01 Juni 2020 10:15