Tokoh NU Jatim: Tak Perlu Dibahas, Puisi Neno Men-downgrade Prabowo-Sandi

Senin, 25 Februari 2019, 06:40 WIB | Laporan: Widya Victoria

Neno Warisman/Net

Umat muslim di Jawa Timur sebaiknya jangan ikutan terpancing dengan polemik puisi 'Munajat 212' yang dibacakan oleh Neno Warisman, beberapa waktu lalu.

"Kalau saya melihat, ndak usah dipermasalahkan doanya Neno Warisman," ujar tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur, Zahrul Azhar As'ad seperti dimuat RMOL Jatim.

Zahrul menyamakan puisi doa Neno seperti halnya cara cawapres, Sandiaga Uno berwudhu.

"Itu kan caranya yang dia pakai adalah cara wahabi. Ya kita sebagai golongan yang bukan wahabi tidak perlu ikut-ikut," ucap Zahrul yang akrab disapa gus Hans.

Sekali lagi hemat dia, puisi Neno tidak perlu dibahas. "Ini justru mendowgrade Prabowo-Sandi, capres yang dia dukung. Kalau kita bahas, sama halnya keilmuaan dengan dia," jelasnya.

Lebih lanjut gus Hans menekankan, setiap ayat dalam Alquran ada teks dan konteksnya atau asbabul nuzul.  

"Tidak bisa ayat Alquran itu digebyah-uyah atau dianggap sama konteksnya. Maka dari itu, belajar agama itu tidak bisa sekilas dan singkat," gus Hans menekankan.

Belajar agama buruh penjiwaan dan ditata mulai dari nol hingga bertingkat. Sebab itulah, masih kata gus Hans, para kiai dan santri cukup lama mondok di pesantren.

"Jika kita tidak bisa memberikan warisan kebaikan untuk bangsa ini, maka jangan meninggalkan 'warisman' di negeri ini. Kita tidak akan terpancing dan akan terus menanamkan kebaikan," pungkasnya.[wid]

Kolom Komentar


loading