Dua Alasan Hafidzah Muda Ini Luluh Dicalegkan Dari PKS

Kamis, 28 Februari 2019, 10:50 WIB | Laporan: Ridho Manoppo

Nadini Syahidatal Islami bersama Sandiaga Uno/Net

. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor membuat terobosan besar meminang seoarang hafidzah (perempuan penghafal Alquran) berusia muda untuk dijadikan calon legislatif (Caleg). Yaitu, Nadini Syahidatal Islami.

Nama Nadini Syahidatal disebut pada moment lounching Bakal Calon Anggota Dewan dari PKS se Jawa Barat di Kota Bandung pada 10 Desember 2017 lalu.

Ketua DPD PKS Kota Bogor, Atang Trisnanto regenerasi dalam organisasi itu adalah sebuah keniscayaan. Kebutuhan agar tetap survive di masa depan tidak dapat dihindari bahwa generasi muda harus tampil untuk disiapkan mengganti generasi saat ini.

"Untuk itu dalam momentum Pileg 2019, PKS Kota Bogor telah melakukan regenarasi di dalam proses pencalegan 2019," ujar Atang, Kamis (28/2).

Atang menambahkan, PKS Kota Bogor berkomitment untuk meregenerasi keterlibatan struktur partai baik pengurus maupun caleg agar kesinambungan partai tetap berlanjut. Sebagian besar duta PKS Kota Bogor yang diminta untuk berjuang adalah anak-anak muda yang masih segar dan bersemangat besar.

Namun demikian, lanjut Atang, anak-anak muda yang menjadi duta PKS pada Pileg maupun yang mengemban kepengurusan di DPD PKS merupakan orang-orang berkapasitas besar dengan kemampuan yang juga besar.

Disebutkanlah Nadini Syahidatal yang biasa dipanggil Nadin, merupakan anak muda dengan kemampuan yang luar biasa. Gadis kelahiran 5 juni 1996 ini sejak tahun 2014 sudah menyelesaikan hafalan Quran hingga tingkat maksimal yakni 30 juz.

Hafalan yang dia milikipun digunakan untuk diajarkan kepada anak-anak SD di Masjid Baitussalam, Bogor Country dan juga membina remaja putri Masjid Raya Taman Yasmin Bogor, agar mengikuti jejaknya menjadi seorang yang hafal Quran.

Mahasiswi STEI Tazkia, Sentul City ini awalnya kaget dan keberatan untuk dicalegkan dari PKS karena merasa belum percaya diri untuk mengemban amanah yang begitu besar. Namun, ada dua hal yang membuat dia luluh dan akhirnya bersedia. Pertama, ternyata kedua orang tuanya meridhoi permintaan PKS agar dia berjuang bersama PKS sehingga nantinya menjadi jalan untuk dapat mengabdi kepada negara.

Kedua, peluang menambah jaringan ketika menjadi caleg ataupun jika menjadi anggota legislatif akan menjadikan medan mengajarkan Alquran dan mengajak para remaja untuk giat menghafal juga semakin besar.

Bakat mendidik dan mengajarnya ini menjadi pemicu untuk menghilangkan rasa berat hatinya pada permintaan PKS untuk menjadikannya caleg. Cita-citanya dalam mengembangkan dan membangun komunitas-komunitas penghafal Alquran menjadikan semangat untuk berjuang di medan yang dia anggap baru.

"Kapasitas Nadin meskipun masih gadis berumur 21 tahun, memang sudah ditangkap oleh DPD PKS Kota Bogor. Sehingga di level kecamatan Bogor Barat, Nadin diamanahkan untuk membantu Seksi Perempuan dan Ketahanan Keluarga PKS Bogor Barat," pungkas Atang.***

Kolom Komentar


loading