Farah.ID
Farah.ID

Kaum Nasionalis Dan Agamis Paling Khawatir Maraknya Hoax

LAPORAN: WAHYU SABDA KUNCAHYO
  • Selasa, 05 Maret 2019, 20:39 WIB
Kaum Nasionalis Dan Agamis Paling Khawatir Maraknya Hoax
Ilustrasi/Net
Musuh terbesar pasangan capres Joko Widodo-Maruf Amin adalah berita-berita hoax yang dikhawatirkan akan menggerus elektabilitas menjelang pemungutan suara 17 April.

Karena itu, semua kader partai pengusung, partai pendukung, ulama, relawan serta masyarakat luas harus bersinergi dalam melawan hoax.

Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya menjelaskan, penyebaran hoax tersebut dilakukan secara sistematis, massif dan terorganisir oleh orang-orang yang tidak memiliki etika dan moral berpolitik.

Mereka mengandalkan segala macam cara untuk mencapai tujuan. Merusak demokrasi dengan memperalat berbagai lapisan masyarakat termasuk warga yang rendah pendidikannya, bahkan anak-anak.

"Negara ini akan rusak karena penyebarluasan berita-berita hoax, fitnah dan tidak berdasarkan fakta. Mereka sudah nekad menggunakan segala cara untuk mencapai tujuannya," jelas Willy kepada wartawan, Selasa (5/3).

Menurutnya, kelompok yang gelisah adalah kaum nasionalis dan agamis yang khawatir terancamnya persatuan dan kesatuan bangsa akibat penyebaran hoax, fitnah, dan dengki. Sedangkan kelompok di luar itu memproduksi dan membiarkan hoax berkembang kemudian menuai manfaat dari penyebaran hoax.

"Hanya orang-orang yang mencintai NKRI lah yang bersedia dan berani melawan hoax. Mereka yang anti NKRI akan membiarkan hoax merajalela dan bahkan memanfaatkan taburan hoax itu," kata Willy.

Dia pun mengimbau agar produsen hoax menghentikan kegiatannya dan bersaing secara terhormat dan bermartabat di Pilpres 2019.

"Alangkah naifnya jika ada elite politik yang merasa bangga dengan caranya menebarkan hoax. Lebih tak beradab lagi jika ada elite yang merasa bangga memenangkan kontestasi politik dengan menebarkan hoax," ujar Willy.

Untuk itu, dia berharap polisi dan tim siber makin gesit patroli di dunia maya menangkap penyebar hoax. Selain juga perlunya patroli di tempat-tempat umum dan rumah-rumah warga karena sudah ada bukti penyebaran hoax sekarang dilakukan door to door.

"Untuk jera, polisi harus pula membongkar tuntas semua yang terlibat dalam jaringan penyebar hoax tersebut, siapapun dia, apapun jabatan dan pangkatnya," tegas Willy.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA