Farah.ID
Farah.ID

Penggemar Ingatkan Nissa Sabyan Tidak Terlibat Politik Praktis

LAPORAN: WAHYU SABDA KUNCAHYO
  • Kamis, 07 Maret 2019, 23:19 WIB
Penggemar Ingatkan Nissa Sabyan Tidak Terlibat Politik Praktis
Fans Nissa Sabyan/Net
Keterlibatan penyanyi religi Nissa Sabyan dalam kegiatan kampanye Pilpres 2019 membuat kaum milenial di Bandung, Jawa Barat geram.

Juru Bicara Fans Nissa Sabyan Kabupaten Bandung Kevin Jodi mengaku kecewa dengan keikutsertaan penyanyi kebanggaan mereka dalam politik praktis. Musik Nissa Sabyan yang menjadi kekuatan penyatu akhirnya akan menjadi pemecah.

"Setiap orang memiliki pilihan tentu saja wajib dihormati. Tapi Nissa Sabyan itu sangat kami cintai, lagu-lagunya itu sangat kami sukai. Jujur kami marah, kecewa dan sedih dengan pilihannya itu," jelasnya kepada wartawan, Kamis (7/3).

Diakui Kevin, penggemar Nissa Sabyan di Bandung sangat banyak. Ada puluhan ribu orang yang rata-rata berasal dari kaum milenial.

"Kalau penyanyi senior kan mereka sudah memilih masuk ke politik, anggap saja mereka sudah terlanjur. Ini kenapa penyanyi masih muda, masih punya masa depan kini menjadi partisan," ujarnya.

Koordinator Fans Nissa Sabyan Kabupaten Bandung Irfan Sopyan menambahkan, keterlibatan dalam politik akan membunuh masa depan karir bermusik Nissa Sabyan. Padahal, selama ini, dengan genre musik khas gambus masa kini, Nissa Sabyan telah memberikan warna baru dalam dunia hiburan Tanah Air.

Menurut Irfan, situasi menjelang Pilpres 2019 sangat keras dan menjadikan cara berpikir masyarakat saling berhadapan. Jika bukan pendukung capres tertentu selalu akan dianggap lain. Sementara, lagu-lagu yang ditawarkan Nissa Sabyan mengusung tema cinta universal, persaudaraan dan nilai-nilai yang jauh dari politik partisan.

"Fans Nissa akhirnya terbelah, ini yang membuat kami kecewa," bebernya.  

Dia menambahkan, desakan para penggemar tidak lain karena rasa sayang kepada Nissa Sabyan. Tidak ingin masa depan dan karir musiknya hancur lantas kehilangan penggemar.

"Pilihan politik kerap menyulitkan. Kami anak muda ingin bebas dari politik yang kotor dan jahat," demikian Irfan.  
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA