Pembangunan Jalan Jokowi Hanya Perlancar Arus Barang Impor

Selasa, 12 Maret 2019, 22:18 WIB
Laporan: Bunaiya Fauzi Arubone

Jalan tol/Net

Pembangunan infrastruktur jalan yang dilakukan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla tidak membawa dampak yang signifikan kepada industri manufaktur, pertanian, dan tambang dalam negeri.

Ekonom senior, Faisal Basri justru menilai jalan, khususnya jalan tol, yang dibangun Jokowi hanya menguntungkan pihak importir. Mereka dimudahkan dalam mengirim arus barang hingga ke desa-desa.

Hasilnya, produk dalam negeri harganya lebih mahal ketimbang produk yang diimpor dari luar negeri.

"Jadi jalan, infrastruktur jalan ini memperlancar barang-barang impor lebih cepat sampai ke desa-desa," katanya dalam diskusi bertajuk ‘Anomali Proyek Infrastruktur Pemeritah’ di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (12/3).

Pembangunan infrastruktur jalan tol, sambungnya, hanya mampu mendistribusikan produk dalam negeri dengan menggunakan truk, yang daya muatnya tidak terlampau besar. Maksimal hanya puluhan ton.

Hal ini tentu berbeda dengan produk impor yang diangkut dengan menggunakan kapal kontainer bermuatan ratusan ribu ton ke pelabuhan-pelabuhan di Indonesia. Produk itu kemudian disalurkan ke pelosok dengan menggunakan infrastruktur jalan tol yang dibuat Jokowi.

"Sehingga ongkos per kilogramnya mendekati nol rupiah," tandasnya.

Kolom Komentar


Video

Petugas, Warga Dan Alber Berjibaku Singkirkan Material Longsor

Jumat, 17 Januari 2020
Video

Belajar Dari Youtube, Montir Tamatan SD Rakit Pesawat Terbang

Jumat, 17 Januari 2020
Video

Dewas TVRI Pecat Dirut Helmy Yahya, Maladministrasi Pembelian Program Siaran Liga Inggris

Jumat, 17 Januari 2020