Sempurnakan BPJS, Sandi Akan Panggil Aktuaria Terbaik Dari Hongkong

Minggu, 17 Maret 2019, 21:17 WIB | Laporan: Adityo Nugroho

Sandiaga Uno/RMOL

Permasalahan defisit Badan Penyelenggara Jaminans Sosial (BPJS) Kesehatan yang tak kunjung selesai di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) menjadi sorotan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno saat debat ketiga Pilpres 2019.

Saat mengutarakan permasalahan BPJS Kesehatan, Sandi mengambil kasus Ibu Lis yang ditemuinya di Solo, Jawa Tengah. Ibu Lis, kata Sandi, tidak mampu berobat karena tidak mampu bayar biaya kesehatan.

“Soal BPJS tidak boleh lagi kita tolerir. Indonesia apalagi menjadi negara nomor dua terbesar ekonominya tahun 2045 harus menghadirkan pelayanan kesehatan yang prima bagi masyarakatnya,” ujar Sandi di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3).

Mantan Wagub DKI itu menilai kunci menyelesaikan defisit BPJS ada pada pembenahan. Maka dari itu, pihaknya berjanji akan menyempurnakan sistem BPJS yang ada sekarang.

“JKN di bawah Prabowo-Sandi untuk meneruskan BPJS maka harus disempurnakan, kita akan panggil aktuaria-aktuaria terbaik dari Hongkong, putra-putri terbaik bangsa yang hitung betul-betul berapa sih biaya yang dibutuhkan,” ungkapnya.

Aktuaria, atau pegawai asuransi yang bertugas melaksanakan perhitungan keuangan perusahaan merupakan elemen paling penting dalam menghitung biaya pertanggungan. Sehingga harus diisi oleh orang yang berkualitas.
 
“Negara tidak boleh absen, negara tidak boleh pelit, sampai antrean mengekor-ekor karena pengelolaan yang belum sempurna. Di bawah Prabowo-Sandi dalam 200 hari pertama kita cari akar permasalahan, hitung jumlahnya berapa,” tandasnya.

Kolom Komentar


loading