Pengamat: Debat Cawapres Terselamatkan Pada Bagian Akhir

Senin, 18 Maret 2019, 14:39 WIB | Laporan: Ruslan Tambak

Sandi cium tangan Maruf/Net

. Debat Pilpres 2019 putaran ketiga yang mempertemukan calon wakil presiden (Cawapres) pada dasarnya berjalan datar, tensi politik teduh dan kedua kandidat sepertinya menahan diri dan cenderung bermain aman.

Demikian disampaikan kata pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Senin (18/3).

Menurut Pangi, situasi itu membuat debat berjalan sedikit membosankan dan jenuh, dipertontonkan pertunjukan adu peran antara "kiai" dan "santri". Kedua kandidat ini sepertinya sukses memerankan perannya masing-masing sehingga panggung debat seperti telah berubah manjadi paparan layaknya kiai yang sedang mangajar muridnya dan presentasi ala santri di hadapan gurunya.

Namun, kedua kandidat layak mendapat apresiasi di mana keduanya tampil elegan dengan penguasaan atas materi dan berbagai masalah terkait dengan paparan yang cukup meyakinkan. Maruf Amin seperti telah mematahkan argumen atau asumsi selama ini yang sempat "meragukan" kemampuannya bahkan di kalangan pendukungnya parpol koalisi Joko Widodo.

"Tentu saja ini pukulan telak bagi siapa pun yang sebelumnya meremehkan kemampuan beliau," ujar Pangi.

Di sisi lain, Sandi juga tampil "memukau" dengan penguasaan masalah penyampaian visi-misi dan program yang dibalut dengan kritik yang "pedas" dengan bungkus yang sangat halus sehingga dalam penyampaian terkesan santun, bijak dan penuh hormat pada lawan debatnya.

Debat kali ini sedikit terselamatkan pada bagian akhir, kedua kandidat mengeluarkan jurus pamungkas dan mungkin "emosi" yang tertahan dengan mengungkapkan visi dan program unggulannya serta kritik keras atas kandidat lain.

"Ini menjadi penutup yang cukup memuaskan dan menjadi inti perdebatan yang membedakan kadua kandidat baik dalam visi maupun program jika kelak mereka mendapatkan amanah untuk memimpin," tutup Pangi.
Pada closing statement, Maruf bersumpah, selama hidupnya dia akan melawan dan memerangi fitnah eperti kalau Jokowi terpillih keberagaman dibubarkan, keberagaman dilarang, azan dilarang, China dan dilegalisir.

Sementara Sandi, seakan menyindir kartu-kartu "saktu Jokowi, dia berjanji akan memaksimalkan fungsi KTP elektronik sebagai kartu tunggal untuk mendapatkan berbagai bantuan dan pelayanan mulai dari jaminan sosial, kesehatan, pendidikan dan lainnya.

Kolom Komentar


loading