Komnas HAM: Debat Cawapres Belum Penuhi Prinsip HAM

Senin, 18 Maret 2019, 17:32 WIB | Laporan: Adityo Nugroho

Ketua Tim Pemantau Pemilu 2019 KomnasHAM, Hairansyah (biru)/RMOL

. Ada beberapa catatan yang ditangkap Komnas HAM dalam debat cawapres yang digelar, Minggu (17/3) malam di Hotel Sultan, Jakarta.

Komnas HAM menilai bahwa dalam prinsip hak asasi, ada beberapa indikator yang seharusnya dipenuhi dalam hal pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan sosial budaya.

“Ada 4 indikator, yaitu avaliable atau ketersediaan yang meliputi fasilitas, infrastruktur, dan tenaga. Kemudian aksebilitas, meliputi prinsip nondiskriminasi. Akseptibilitas meliputi penghormatan pada budaya, etika dan gender, terus yang terakhir soal kualitas,” kata Ketua Tim Pemantau Pemilu 2019 KomnasHAM, Hairansyah di kantornya, Jakarta, Senin (18/3).

Menurut dia, 4 indikator itu belum secara detail dibahas oleh kedua cawapres baik Maruf Amin maupun Sandiaga Uno.

Keduanya juga dinilai belum mengeksplorasi persoalan pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, dan sosial budaya yang diatur secara spesifik dalam UU No 11/2005 tentang Ratifikasi Kovenan Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya.

“Komnas HAM mendorong agar isu-isu sektoral tersebut dapat dikorelasikan dengan tema dalam debat-debat berikutnya,” tandasnya.
Editor: Diki Trianto

Kolom Komentar


loading