PSV: Slank Harus Kembalikan Honor Konser Apel Kebangsaan

Rabu, 20 Maret 2019, 21:05 WIB | Laporan: Widian Vebriyanto

Personel Slank/Net

Apel kebangsaan yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah tetap digelar di Kawasan Simpang Lima, Semarang pada pada Minggu (17/3) lalu. Meskipun gelaran ini dipenuhi polemik pemborosan anggaran.

Sebab, gelaran bertajuk “Kita Merah Putih” tersebut menghabiskan anggaran dana besar, yakni mencapai angka Rp 18 miliar.

Sejumlah tokoh hadir dalam acara ini, seperti ulama kondang seperti Ahmad Muwafiq, Habib Luthfi Bin Yahya, dan KH Maimun Zubair. Termasuk dihadiri mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Tidak hanya itu, acara turut dimeriahkan band ternama, Slank.

Perkumpulan Swing Voters (PSV) Indonesia turut angkat bicara mengenai acara tersebut. Ketum PSV Indonesia, Adhie Massardi menilai gelaran tersebut patut diduga ada indikasi penyimpangan APBD. Ini mengingat anggaran yang digelontorkan tidak sedikit.

“Patut dapat diduga itu penyimpangan APBD,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (20/3).

Adhie juga mendesak Slank untuk mengembalikan honor yang diberikan Pemprov Jateng saat mengisi apel kebangsaan tersebut. Apalagi, Slank merupakan band yang lantang menyuarakan anti korupsi di negeri ini. Slank bahkan pernah merilis lagu “Seperti Para Koruptor” yang ditujukan untuk mengkritik perilaku korup di negeri ini.

“Slank harus kembalikan honor konser apel kebangsaan di Jateng yang berbiaya Rp 18 M,” pungkas jurubicara Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid itu.

Kolom Komentar


loading