Fadli Zon Sebut Lembaga Survei Sudah Menjelma Jadi Predator Demokrasi

Kamis, 21 Maret 2019, 20:49 WIB | Laporan: Hendry Ginting

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon/RMOL

. Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menilai sejumlah lembaga survei di Indonesia dewasa ini telah menjelma menjadi predator demokrasi.

Pasalnya lembaga survei belakangan merangkap konsultan politik dari salah satu calon presiden pada pemilu serentak 17 April 2019 mendatang.

"Lembaga survei ada yang menjadi predator demokrasi," tegas Fadli Zon dalam diskusi forum legislasi ‘Survei Pemilu, Realita atau Rekayasa’ di media center DPR RI, Kamis (21/3).

Salah satu yang ia contohkan adalah hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang merilis hasil survei pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

Saat itu, kata Fadli, SMRC menempatkan pasangan Ahok-Djarot dengan elektabilitas sebesar 46,9 persen.

Sedamgkan lawannya, Anies-Sandi 47,9 persen dengan margin error 4,7 persen. Lewat angka tersebut, kemungkinan Ahok-Djarot akan memenangkan Pilkada DKI Jakarta.

Namun, hasil akhir penghitungan suara justru menempatkan pasangan Anies-Sandi menang mutlak dengan 57,96 persen. Sementara Ahok-Djarot 42,04 persen, selisih suara 15,92 persen.

“Inilah yang membuat mereka menjadi mafia survei. Karena pekerjaannya bukan lagi untuk menciptakan suatu gambaran publik yang sesungguhnya. Tetapi apa yang diharapkan, yakni berafiliasi dengan yang membayarnya,” tegas Fadli.
Editor: Diki Trianto

Kolom Komentar


Video

Mulai Panas, Nasdem Sindir PKB

Kamis, 18 Juli 2019
Video

Anies Makin Berprestasi Makin Dicaci?

Senin, 22 Juli 2019
Video

Riset: Foto Cantik Memang Membantu Calon Di Pemilu

Selasa, 23 Juli 2019