Warga Antusias Berfoto Bersama Pak Harto Dan Ibu Tien Di CFD

Minggu, 24 Maret 2019, 17:14 WIB | Laporan: Yelas Kaparino

Warga berfoto di poster Pak Harto dan Ibu Tien/Ist

Ada yang tak biasa di areal car free day (CFD) di Jalan Jenderal Sudirman/MH Thamrin Jakarta, Minggu (24/3). Ada poster besar bergambar Presiden Soeharto dan Ibu Tien tengah bersepeda. Di poster itu tertulis jargon, "Memasyarakatkan Olahraga, Mengolahragakan Masyarakat."

Masyarakat pengunjung CFD cukup antusias untuk berfoto di poster tersebut. Apalagi di booth tersebut, ada Siti Hediati Hariyadi, putri kedua almarhum Soeharto yang akrab dengan panggilan Titiek Soeharto.
 
Bagi pengunjung yang ingin berfoto, tersedia dua pilihan. Yakni berfoto sambil bersepeda dengan gambar Pak Harto dan Ibu Tien, atau berpose dengan latar belakang Pak Harto dan Ibu Tien tengah bersepeda.

“Alhamdulillah, banyak sekali warga yang melakukan kegiatan di CFD berfoto bersama Pak Harto dan Ibu Tien bersepeda," kata Titiek, saat diminta seorang pengunjung berfoto bersama di depan poster besar Pak Harto dan Ibu Tien bersepeda.

Titiek yang merupakan kader utama Partai Berkarya dan calon legislatif DPR RI dari Yogyakarta nomor urut 1 itu menerangkan, pemasangan booth foto bersama Pak Harto dan Ibu Tien di CFD adalah rangkaian acara Maret Bulan Pak Harto. Adapun jargon yang diusung adalah Memasyarakatkan Olahraga dan Mengolahragakan Masyarakat.

Jargon itu sempat populer sejak Presiden Kedua Republik Indonesia itu mencanangkannya saat Hari Olahraga Nasional (Haornas). Masyarakat Indonesia yang kini berusia 45 tahun ke atas tentulah ingat dengan jargon itu.

Menariknya, pemasangan booth foto bersama Pak Harto dan Ibu Tien di CFD tidak terganggu peresmian Mass Rapid Transit (MRT) yang berlokasi tak jauh dari tempat itu. Seorang warga Kebon Sirih, misalnya, lebih memilih foto bersama Mbak Titiek dibanding menyaksikan peresmian MRT.

Menurut Titiek, antusiasme pengunjung CFD berfoto di depan gambar besar Pak Harto dan Ibu Tien memperlihatkan ada kerinduan akan kepemimpinan Presiden Soeharto. Seorang warga mengatakan yang tak bisa dilupakan pada diri Pak Harto adalah senyumnya. Lainnya, di era Presiden Soeharto sembako terjangkau semua lapisan masyarakat, alias murah.

Kolom Komentar


loading