Komunikonten: Sentimen Positif Warganet Debat Ke-4 Ke Jokowi 48 Persen, Prabowo 41 Persen

Joko Widodo dan Prabowo Subianto/Net

Debat Pilpres keempat yang diikuti dua calon presiden, kemarin (Sabtu, 30/3) berlangsung seru.

Meski begitu, baik capres nomor urut 01 Joko Widodo maupun capres nomor urut 02, Prabowo Subianto menutup acara debat dengan cair.

“Jokowi menyampaikan bahwa rantai persahabatan dengan pesaingnya itu tidak akan putus. Prabowo menegaskan persaudaraan di antara keduanya tidak akan putus. Penyataan dua Capres ini mendinginkan suhu Pilpres 2019 yang sempat panas," ujar Direktur Konten Komunikonten (Institut Media Sosial dan Diplomasi), M. Samsul Arifin dalam siaran pers yang diterima redaksi, Minggu (31/3).
 
Terkait itu, warganet elit dan masyarakat Indonesia mengapresiasi. Harapanya, elit dan masyarakat yang telah terpolarisasi ke dalam dua kubu agar bisa meneladani kedua capres tersebut.

Sebelumnya dalam sesi debat, Jokowi dan Prabowo mengaku sering difitnah. Prabowo difitnah mendukung khilafah, melarang tahlilan, dan tidak Pancasilais, meski pernah mempertaruhkan nyawa untuk NKRI.

Jokowi juga mengaku selama 4,5 tahun ini difitnah “Pak Jokowi PKI”.

"Justifikasi anti-Pancasila terhadap suatu kelompok untuk menggalang dukungan Pilpres ini sangat berbahaya, begitu juga justifikasi PKI terhadap orang tertentu tanpa ada bukti. Ini jelas dapat memecah belah bangunan kokoh NKRI,” ucap mahasiswa magister ilmu komunikasi Universitas Muhammadiyah Jakarta ini.

Proses kampanye politik seringkali dilakukan secara dramatis. Di depan publik, mereka tampak gontok-gontokan, padahal di luar itu bersahabat dan bersalam-salaman seperti saudara.

Karena itu, Samsul mengajak masyarakat Indonesia agar tidak terjebak konflik.

Samsul lebih lanjut memaparkan hasil penelusuran Komunikonten di Google Trends periode 30 Maret 2019 untuk empat jam terakhir, yang dilihat sekitar pukul 23.00 WIB, Prabowo Subianto lebih populer dibanding Joko Widodo.

Popularitas Prabowo memuncak pada pukul 20.44 WIB.

Sementara itu, hasil penelusuran di media sosial periode 30 Maret 2019, Prabowo lebih banyak dibicarakan dibanding Jokowi.

Untuk Prabowo, sentimen positif sebesar 41,82 persen, sentimen negatif 15,53 persen, dan 42,65 persen netral. Sedangkan untuk Jokowi, sentimen positif 48,34 persen, sentimen negatif 16,2 persen, dan 35,46 persen netral.
EDITOR:

Kolom Komentar


Video

DIALOG JALAN SUTERA - Buka Bukaan Hubungan Indonesia China

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

RMOL WORLD VIEW - 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

BINCANG SEHAT - Siap Hadapi Musim Hujan Di Tengah Pandemi Covid

Rabu, 14 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Desy Ratnasari: Bukan Hanya Pemerintah, Keterbukaan Informasi Publik Wajib Dilakukan Semua Lembaga
Politik

Desy Ratnasari: Bukan Hanya ..

20 Oktober 2020 03:36
Milad 3 Tahun Bang Japar, Fahira Idris Ajak Masyarakat Giatkan Kolaborasi Hadapi Pandemi
Politik

Milad 3 Tahun Bang Japar, Fa..

20 Oktober 2020 01:46
Jelang HUT Ke-56, Partai Golkar Gelar Renungan Dan Doa Bersama Di TMP Kalibata
Politik

Jelang HUT Ke-56, Partai Gol..

19 Oktober 2020 23:07
DPR Ajak Masyarakat Pandang Covid-19 Sebagai Keprihatinan Bersama
Politik

DPR Ajak Masyarakat Pandang ..

19 Oktober 2020 22:41
Bamsoet: Yang Baik Dari Pemerintahan Jokowi-Maruf Tinggal Disinkronkan
Politik

Bamsoet: Yang Baik Dari Peme..

19 Oktober 2020 22:13
6 Catatan Relawan: Pemerintahan Jokowi Periode Kedua Sangat Buruk
Politik

6 Catatan Relawan: Pemerinta..

19 Oktober 2020 21:30
Dewan Kehormatan PWI: Wartawan Harus Jaga Jarak Saat Kontestasi Pilkada 2020
Politik

Dewan Kehormatan PWI: Wartaw..

19 Oktober 2020 21:24
Pimpinan MPR Siap Fasilitasi Rakyat Papua Bertemu Presiden Jokowi Bahas Otonomi Khusus
Politik

Pimpinan MPR Siap Fasilitasi..

19 Oktober 2020 21:07