Aksi Hadang Maruf Di Pamekasan Jauh Dari Karakter Orang Madura

Rabu, 03 April 2019, 11:32 WIB | Laporan: Widya Victoria

Misbahul Ulum/Remaja

Aksi penghadangan calon wakil presiden (cawapres) 01, Maruf Amin oleh masa pendukung paslon 02, Praboo Subianto-Sandiaga Uno di Pamekasan, Jawa Timur, tidak dapat dibenarkan.

Relawan Millenial Jokowi-Maruf (Remaja) menyayangkan Maruf mengalami insiden tersebut saat ingin berkampanye.

"Sejujurnya saya kasihan, jangan-jangan mereka tidak paham apa dampak aksi yang mereka lakukan. Saya tidak habis pikir, kira-kira apa manfaat aksi semacam itu selain merusak citra mereka sendiri," kata Ketua Umum Remaja, Misbahul Ulum melalui siaran persnya, Rabu (3/4).

Wakil Direktur Penggalangan dan Jaringan Tim Koalisi Nasional (TKN) ini mengatakan bahwa aksi tersebut sama sekali jauh dari semangat kampanye yang seharusnya.

“Dalam Undang-Undang Pemilu dijelaskan bahwa kampanye adalah bagian dari pendidikan politik masyarakat dan dilaksanakan secara bertanggung jawab. Kira-kira pendidikan apa yang bisa diperoleh dari aksi yang tidak bertanggung jawab itu?” terang Misbahul.

Misbahul menilai Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi seharusnya bisa memberi edukasi kepada para pendukungnya agar tidak melakukan aksi yang jauh dari aturan maupun tradisi mereka sendiri.

Apalagi, aksi semacam ini jauh dari karakter Madura yang menurutnya sangat religius dan menghargai ulama.

“Terlepas dari perbedaan pilihan, orang Madura terkenal sangat menghargai ulama. Jangan pisahkan Madura dengan ulama,” tegas Wasekjend Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

Kolom Komentar


loading