KPK Harus Tuntaskan Misteri Serangan Fajar Bowo Sidik

Rabu, 03 April 2019, 19:29 WIB
Laporan: Wahyu Sabda Kuncahyo

Foto/Net

Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap tangan politikus Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso.

Dari Bowo disita uang Rp 8 miliar yang dikemas dalam 400 ribu amplop dengan cap jempol yang akan digunakan untuk serangan fajar di Pemilu 2019.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Nasional (Unas) Ismail Rumadan menilai wajar jika masyarakat bertanya-tanya terkait isu tersebut. Apalagi, momentum pemungutan suara sudah tinggal menghitung hari.

"KPK harus transparan dan bertindak cepat dan tegas karena hal ini berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu. Jika terbukti uang tersebut untuk serangan fajar baik pada pilpres maupun pileg maka hal ini sudah termasuk dalam katagori tindak pidana pemilu," terangnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (3/4).

Ismail pun mendesak KPK untuk mengungkap asal muasal uang tersebut. Menurutnya, tidak mungkin tindakan mengumpulkan uang dengan jumlah besar hanya bersifat tunggal.

"Pasti ada pihak-pihak lain yang terkait terutama pihak-pihak yang memiliki kepentingan dalam pilpres maupun pileg," ujarnya.

Karena itu, Ismail berharap Bawaslu juga turun tangan menjatuhkan sanksi pidana pemilu dalam kasus tersebut.

"Sekali lagi Bawaslu bisa menjatuhkan sanksi secara tegas terhadap pelaku," tegasnya.  
EDITOR:

Kolom Komentar


Video

Update COVID-19: Luhut dan Jokowi Satu Suara Virus Corona Tidak Cocok Cuaca Panas Indonesia

Jumat, 03 April 2020
Video

JODHI YUDOYONO: Ketika Membayangkan | Puisi Hari Ini

Jumat, 03 April 2020
Video

Update COVID-19 | Jumat 3 April, Positif 1.986 orang, dan 181 Meninggal

Jumat, 03 April 2020