Geger-gegeran Pilpres

Jumat, 12 April 2019, 12:38 WIB | Oleh: Zeng Wei Jian

Foto: Net

PANGGILAN sejarah Prof Mahfud MD diralat. Kiai Maruf Amin direkrut. Alasannya, Prof Mahfud MD bukan kader NU.

Milenial enggan. Ahoker meradang. PSI dan CSIS gigit jari. Itulah Joko. Konspirasi tingkat tinggi Megawati, Surya Paloh, Cak Imin, Romi dan Sutrisno Bahir.

Yusril dan La Nyalla masuk. Keduanya tidak dapat posisi dalam barisan Prabowo-Sandi.

TKN Jokowi-Maruf panen momentum ketika double agent Ratna Sarumpaet nge-hoax. Si Nini pulang pagi. Mukanya bonyok sana-sini. Ngaku dikeroyok. Fadli Zon ditipu. Mentah-mentah. Abis-abisan.

Provokasi kempes sendiri karena justru Prabowo-Sandi's circle adalah korban permainan hoax operasi plastik. General common sense nggak bisa dihasut mesin-mesin hoax istana. Akhirnya Ahmad Dhani Prasetyo pun dikriminalisasi. Masuk bui. Makan sayur kol. No Justice.

Belasan pabrik polling rilis hasil survei. Semuanya menangkan Jokowi-Maruf. Lumrah. Lah wong, Semuanya pernah diundang dan makan siang di Istana.

Idrus Marham dari Golkar nyusul seniornya di penjara KPK. Langsung resign dari posisi menteri dan timses Jokowi-Maruf.

OTT kepala daerah menyusul. Terkait banyak skandal korupsi dan suap. Semuanya Pro Jokowi-Maruf. Caleg Nasdem diringkus akibat dagang sabu-sabu.

Desakan publik supaya Jokowi cuti semakin deras. Timses malah nyari dana ke konglomerat. Datang ke pesantren. Romi ralat doa.

Jokowi enggan cuti. Kampanye pake pesawat kepresidenan. Wapres Jeka tepis hayalan pernah jadi Plt Presiden. Tabloid fitnah "Indonesia Barokah" terbit. Isinya black campaign terhadap Prabowo-Sandi. Nama Ipang Wahid disebut-sebut.

Publik gaduh saat Yusril mengumumkan Ustad Abu Bakar Basyir segera dibebaskan.

Kiai Maruf Amin dan Sekjen PKB Abdul Kadir Karding segera rilis puja-puji kepada Jokowi.

Aktifis HAM, liberal, kafir, Ahoker dan Australia bersikap. "Good bye Jokowi," kata mereka.

Jenderal Wiranto buru-buru gelar konperensi pers. Anulir omongan presiden. Jangan grasa-grusu katanya.

Kampanye dimulai. Pengumpulan massa Jokowi-Maruf selalu kalah dari Prabowo-Sandi. Madura tertutup bagi kiai Maruf. Pabrik polling rilis hasil survei. Lagi-lagi menangkan Jokowi-Maruf. Mereka masih ingat lezatnya nasi goreng istana ketika disantap bareng presiden n' the kru.

Syahdan momentum itu pun akhirnya datang. Pecah. Ga ada badai atau hujan, Rommy ditangkap OTT KPK di Jawa Timur. Jual-beli jabatan di kementerian agama.

Rommy loyalist utama Jokowi-Maruf. Muda. Tampan. Pandai nyanyi dan main gitar. Kata Jokowi, "Pas jadi cawapresnya".

Kurang apa Romi. Dia paling di depan fitnah Prabowo-Sandi dibeking khilafah. Tiba-tiba tangannya diborgol. Pake kacamata item 100 ribuan dan rompi kuning kunyit. Keren bro. Mantep...!!

Jokower dan Chebonk segera rilis slogan "Jokowi Ngga Tebang Pilih". Romi yang berjarak satu cm dari Jokowi pun disikat.

Rasanya, seluruh keluarga besar Romi yang ada di sepanjang pantura mesti bersikap. Kasian Romi. Dia berak darah di penjara KPK. Berobat pinjem BPJS milik KPK. Hina banget.

Belum sirna rasa kaget publik, caleg Golkar Bowo Sidik dari Jawa Tengah diringkus KPK. Ada duit miliaran dan 400 ribu amplop plus stiker. Katanya buat serangan fajar.

Koruptor Bowo Sidik minta jadi "justice collaborator". Dia nyanyi. Nama Nusron Wahid disebut. Ketua Golkar merasa dikerjain. Akbar Tanjung pernah berkata Nasdem punya niat jahat kepada Golkar.

Seorang menteri kabinet Jokowi disebut-sebut sebagai sumber duit amplop Bowo Sidik yang juga Ketua Timses Daerah Jokowi-Maruf. Inisial menteri itu katanya "E". Ngga tau siapa.

Ini menteri kabinet kedua yang masuk orbit kejahatan. Beberapa hari sebelumnya, di persidangan prostitusi online Vanessa Angel 80 juta, seorang mucikari menyebut adanya Menteri Jokowi yang pengen icip-icip Vanessa Angel. Horny berat seperti kuda.

Lengkap sudah kabinet Jokowi. Mulai dari status warga negara Menteri Archandra Tahar, ada pula menteri terlibat esek-esek dan korupsi.

Nggak stop di situ, nama "Indonesia" jadi headline Washington Post dan media asing.

Kecurangan kertas suara tercoblos di Malaysia langsung mendunia. Sebelumnya hoax seputar "Jasa Jokowi" dalam pembebasan Siti Aisyah dibantah PM Mahatir Muhammad.

Seorang caleg bocah ingusan dari Nasdem dan bapaknya yang bernama Rusdi Kirana mencuat. Masinton PDIP menyatakan positif itu kertas suara asli. Rusdi Kirana adalah temannya Jokowi. Sama kaya Ahok.

Dalam sekejap, netizen di medsos beri label "Gerombolan Curang".

Penulis merupakan Kolumnis dan Aktivis Komunitas Tionghoa Antikorupsi

Kolom Komentar


loading