Pertemuan UAS Dan Prabowo Tsunami Politik Bagi Jokowi

Prabowo Subianto dan Ustaz Abdul Somad/Net

Pertemuan pendakwah kondang Ustaz Abdul Somad atau UAS dengan calon presiden Prabowo Subianto pada Kamis kemarin (11/4) menuai perhatian publik.

Pengamat politik Jajat Nurjaman menilai, pertemuan keduanya menjelang peungutan suara 17 April bukan pertemuan biasa. Terdapat sejumlah hal yang bisa jadi catatan dari pertemuan.

Pertama, UAS dapat dikatakan sebagai representasi para pemilih yang selama ini belum menentukan pilihan. Akhirnya menjatuhkan pilihannya setelah betul-betul mendalami dan mencari tahu siapa yang terbaik di antara dua capres.

"Konsekuensi logis dari dukungan UAS kepada Prabowo yaitu semakin memperbesar jarak ketertinggalan Jokowi dari Prabowo karena rekaman pertemuan tersebut menegaskan dukungan UAS kepada Prabowo. Selain itu, tentu dukungan UAS semakin memperkuat soliditas kubu penantang," papar Jajat kepada wartawan, Jumat (12/4).

Menurutnya, pertemuan UAS dan Prabowo berpotensi menurunkan angka golput di Pilpres 2019. Mereka yang tadinya ragu untuk memilih atau belum punya pilihan akhirnya memutuskan ikut UAS.

"Ulama sekaliber UAS ini bukan tokoh biasa, kita ketahui beliau sangat jauh dari hiruk pikuk politik nasional. Kami melihat gamblangnya UAS dalam memberikan dukungan pada Prabowo seolah memberikan petunjuk pada masyarakat yang ragu untuk memilih atau belum menentukan pilihan. Ada sebuah pesan dahsyat ke masyarakat sebagai respon situasi kebangsaan di tengah gejolak seperti sekarang ini," terang Jajat.

Perihal alasan UAS baru muncul sekarang, Jajat melihat hal itu bisa dimaknai sebagai sebuah sinyal bahwa masyarakat harus siaga. Karena dalam beberapa waktu belakangan terjadi semacam keresahan masyarakat soal banyaknya pihak yang mencoba menodai pesta demokrasi dengan melakukan kecurangan.

"Pertemuan ulama kharismatik tersebut adalah gelombang tsunami politik bagi capres petahana Joko Widodo," ujarnya.

Terlebih, dalam sejumlah riset survei, elektabilitas petahana sudah tergerus di bawah Prabowo sebagai penantang.

"Dengan situasi seperti sekarang bukan tidak mungkin elektabilitas Prabowo-Sandi semakin jauh meninggalkan Pak Jokowi. Tapi apapun itu, kita semua berharap gelaran demokrasi tetap berlangsung sejuk, damai dan jujur demi kualitas demokrasi kita bersama," tandas Jajat yang juga direktur eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID).

EDITOR:

Kolom Komentar


Video

Sholat 5 Waktu - Mentari Ramadhan #4

Minggu, 18 April 2021
Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Didambakan Tapi Sulit Jadi Kenyataan, Koalisi Poros Islam Bisa Saja Usung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar
Politik

Didambakan Tapi Sulit Jadi K..

19 April 2021 11:59
Siang Ini, Anies Akan Sampaikan LKPJ 2020 Di Rapat Paripurna DPRD DKI
Politik

Siang Ini, Anies Akan Sampai..

19 April 2021 11:48
Rizal Ramli: Marhaenisme Jadi Ideologi Keberpihakan Bung Karno Ke Petani Gurem, Kok Tega-teganya PDIP Dukung Impor Pangan?
Politik

Rizal Ramli: Marhaenisme Jad..

19 April 2021 11:44
Pemindahan Aset BUMN Ke LPI Diduga Bertentangan Asas Lex Superior Derogat Legi Inferiori
Politik

Pemindahan Aset BUMN Ke LPI ..

19 April 2021 11:43
Nabil Haroen: Kalau Larangan Mudik Mengambang Tidak Akan Efektif
Politik

Nabil Haroen: Kalau Larangan..

19 April 2021 11:13
Soal Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang, Gus Yasin: Akibat Penafsiran Toleransi Yang Kebablasan
Politik

Soal Penistaan Agama Jozeph ..

19 April 2021 11:10
Tokoh Muda NU Ini Ikut Dipanggil Ke Istana, Terkait Reshufle?
Politik

Tokoh Muda NU Ini Ikut Dipan..

19 April 2021 10:48
Dikabarkan Ada Di Jerman, PPP Desak Kemlu-Kemenkumham Cabut Paspor Joseph Paul Zhang
Politik

Dikabarkan Ada Di Jerman, PP..

19 April 2021 10:38