Mendambakan Pilpres 2019 Berjalan Transparan, Jujur, Dan Adil

Sabtu, 20 April 2019, 00:23 WIB | Laporan: Yelas Kaparino

Prabowo Subianto memberikan suara/Net

PESTA demokrasi 17 April 2019, sudah dilaksankan. Proses perhitungan suara oleh lembaga resmi yakni, Komisi Pemilihan Umum (KPU) maaih dalam tahap rekapitulasi. Rakyat pun merasa harap final pemilu dari KPU.

Namun di sisi lain, ada sebagian masyarakat mengkhawatirkan kompleksitas akses dari pemilu terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan keamanan.

Rakyat yang bernurani dan berakal sehat pasti mendambakan Pilpres 2019 berjalan dengan transparan, jujur, adil, beradab. Prinsip-prinsip itu semestinya diterapkan sejak proses awal, saat pelaksanaan (hari H), hingga proses perhitungan hasil pemilu.

Semua rakyat mendambakan dari proses awal hingga akhir tidak cacat oleh tindakan kecurangan yang meruntuhkan prinsip jurdil dan beradab. Kerena dengan begitulah  pemilu akan melahirkan kepemimpinan baru yang legitimed dan bermartabat.

Namun sangat disayangkan masing-masing kandidat sudah mendeklarasikan kemenangan, dan bukan duduk bersama untuk mencari solusi terhadap kecurangan Pemilu yang terjadi. Dengan membiarkann kecurangan Pemiu 2019, sama saja kita ikut dengan kejahatan Pemilu.

Pemilu 2019 sudah menghabiskan  Anggaran sekitar Rp. 25 Trilyun tapi hasil akhirnya adalah produk kecurangan dan kejahatan sistematis, sangat mungkin rakyat akan bangkit untuk melakukan kontrol sosial dan perlawanan hukum baik di Mahkamah Konstitusi maupun  ke dunia internasioanal terhadap kajahatan Pemilu 2019.

Rakyat sangat berharap Pemilu 2019 kemarin berjalan dengan baik, adil dan jujur - Namun dalam  kenyataannya masih jauh dari diharapkan.

Semoga kedepan Pemilu berjalan dengan jujur  dan adil.

Setya Dharma S. Pelawi
Senator ProDEM
Jaringan Aktivis Pro Demokrasi

Kolom Komentar


loading