Puluhan Polisi "Sambut" Aksi Lawan Pemilu Curang, Gerbang Bawaslu Ditutup

Rabu, 24 April 2019, 10:48 WIB | Laporan: Bunaiya Fauzi Arubone

Situasi gedung Bawaslu RI dijaga puluhan polisi/RMOL

Puluhan aparat kepolisian tampak berjaga-jaga di dalam Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (24/4).

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL di lokasi, mereka berjaga di depan pintu gerbang utama kantor yang juga dijadikan sebagai tempat kerja Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) itu.

Diduga, mereka berjaga di lokasi lantaran adanya pamflet yang beredar luas di media sosial. Pamflet itu berisi ajakan untuk melaksanakan aksi unjuk rasa damai dengan tajuk "Petisi Rakyat Tolak Pemilu Curang, Saatnya Rakyat Berdaulat" di depan bangunan yang didominasi warna putih itu.

Yang tak biasa, dua pintu gerbang yang kerap terbuka lebar, yakni pintu gerbang depan di Jalan MH Thamrin dan pintu gerbang samping yang letaknya di Jalan Wahid Hasyim ditutup.

Tidak sembarang orang diperbolehkan masuk lewat kedua pintu besi itu.

Saat berita ini dilaporkan, belum ada massa dalam jumlah yang banyak berkumpul di depan Kantor Bawaslu. Namun tampak ada beberapa orang yang diduga merupakan peserta aksi.

Sebagian besar polisi pun masih standby di tenda-tenda yang disiapkan untuk mereka di dalam areal Kantor Bawaslu. Diperkirakan jumlah mereka mencapai ratusan personel.
Di sisi lain, Direktorat Advokasi BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean membenarkan aksi yang bakal dilakukan di depan kantor Bawaslu RI. Kendati demikian, ia mnyebut gerakan itu bukan atas inisiasi pasangan Prabowo-Sandi.

"Itu bukan gerakan 02, tetapi gerakan aktivis dan masyarakat yang menuntut ke Bawaslu menyatakan Pemilu Nasional kali ini Pemilu yang curang secara nasional," kata Ferdinand.
Editor: Diki Trianto

Kolom Komentar


loading