Undang Media Asing, Prabowo Paparkan Dugaan Kecurangan Pemilu 2019

Senin, 06 Mei 2019, 22:16 WIB | Laporan: William Ciputra

Prabowo di hadapan media asing/Istimewa

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengundang sejumlah media asing untuk berdialog di kediamannya di Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (6/5).

Dalam sambutannya, Prabowo menyebut agenda ini sebagai salah satu itikadnya untuk menjalin hubungan baik dengan media dan komunitas asing, terutama setelah ia menjalani masa kampanye Pilpres 2019.

Selanjutnya, Pasangan Cawapres Sandiaga Uno itu juga menyinggung dugaan kecurangan yang terjadi selama proses pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

"Pada intinya, kami mencoba untuk menjelaskan kepada warga dunia dan Indonesia tentunya, bahwa kami mengalami Pemilu dengan aksi kecurangan yang terbuka dan terbukti melenceng dari norma demokrasi," jelas Prabowo kepada hadirin.

Kecurangan yang dianggap massif itu, lanjut Prabowo, tampak dari pemberdayaan aparat kepolisian yang secara terang-terangan. Tak hanya kepolisian, Prabowo juga menyinggung instansi pemerintah lainnya seperti badan intelijen.

"Kami memiliki banyak bukti dan laporan. Kecurangan surat suara seperti surat suara yang sudah dicoblos sebelum pemilu misalnya yang ditemukan di Malaysia, dan berikutnya hal-hal lain," tutur Prabowo.

Tak hanya itu, Prabowo juga menyebut memiliki sejumlah ahli yang akan memberikan pemaparan teknis.

"Saya akan bicara apa yang sering saya bicarakan di muka umum dan TV bahwa demokrasi adalah satu-satunya sistem di sejarah peradaban sampai sekarang yang dapat melaksanakan pergantian kekuasaan dengan damai, dibandingkan dengan sistem-sistem lain," ungkapnya.

Demokrasi, sebut Prabowo, adalah satu-satunya instrument untuk kedamaian suatu negara. Demokrasi juga disebutnya sebagai tanda kedewasaan, dan tanda kemajuan peradaban suatu bangsa.

Hanya saja, Prabowo menyebut ada pihak-pihak yang sengaja ini merusak nilai-nilai luhur demokrasi tersebut. Hal itu tercermin dengan maraknya kecurangan yang terjadi dalam pemilu 2019 ini.

"Tapi apa yang terjadi saudara-saudara, inilah yang terjadi di Indonesia. Keinginan 267 juta penduduk Indonesia sedang dilanggar dan dipisahkan. Karena itu lah, kita tengah berusaha untuk menegakkan demokrasi di Indonesia menjadi demokrasi yang benar, yang jujur, untuk merubah sebuah sistem menjadi lebih baik kedepannya," paparnya.

Hadir dalam acara tersebut yakni Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno, Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Djoko Santoso, Direktur Kampanye BPN Sugiono, Direktur Luar Negeri BPN Irawan Ronodipuro, Direktur Materi dan Debat BPN Sudirman Said, Tokoh Ekonomi Rizal Ramli, serta Anggota Dewan Pembina BPN Amien Rais.

Kolom Komentar