Eggi Sudjana: People Power Sudah Terjadi Di Bawaslu, Walau Belum Banyak

Eggi Sudjana/RMOL

Eggi Sudjana kembali mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Ia datang memenuhi panggilan penyidik Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan makar yang menjeratnya sebagai tersangka. Kasus ini berawal dari pernyataannya yang menyerukan gerakan people power.

Politisi Partai Amanat Nasional tersebut bersikukuh people power dimaksudkan bukan untuk menggulingkan pemerintah berkuasa saat ini.

"Saya sudah buktikan people power yang dimaksud dua hari tanggal 9 dan tanggal 10 kemarin di Bawaslu dan lapangan Banteng juga itu dengan Pak Kivlan, saya, itulah people powernya walaupun belum banyak. Artinya unjuk rasa saja kan itu sah," ucap Eggi kepada awak media di gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin petang (13/5).

Ia juga menepis people power sebagai gerakan makar seperti sangkaan polisi.

"Kedua yang saya persoalkan itu capres gitu loh. Capres itu tidak ada sanksi untuk dihukum, karena nggak ada pemerintahannya kan capres belum ada pemerintahan," tegas Eggi.

Karenanya ia menilai polisi keliru jika menjeratnya dengan pasal makar.

"Tapi saya sangka baik dengan polisi, teman-teman polisi juga saya banyak karena saya advokat berhubungan dengan pihak kepolisian, cuma saya aneh aja kok seperti tidak memahami konstruksi hukum," jelasnya.

Tak hanya itu, Eggi juga tidak terima jika dianggap melakukan pemufakatan jahat pada saat menyerukan gerakan people power saat berbicara di depan rumah Prabowo Subianto.

"Kapan saya pemufakatannya? karena waktu saya tampil di rumah Prabowo? itu spontanitas nggak ada diatur. Nggak ada nama saya sebagai jadwal pembicara, karena itu kan panggung demokrasi, semua orang bisa bicara di situ yang dianggap tokoh," tuturnya.
EDITOR:

Kolom Komentar


Video

Pesan Anies Baswedan Untuk ASN: Tetap Tangguh Meski TKD Berkurang

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020

Artikel Lainnya

Saeful Bahri PDIP Divonis Ringan, Pakar: Jadi Curiga Dan Menduga-duga Apakah Ada Deal Tertentu?
Politik

Saeful Bahri PDIP Divonis Ri..

31 Mei 2020 23:11
Kasus Luhut Vs Said Didu Banyak Memancing Emosi Masyarakat, Percayakan Saja Pada Polisi
Politik

Kasus Luhut Vs Said Didu Ban..

31 Mei 2020 22:16
Politisi Muda Gerindra: Pilkada Di Tengah Corona Hanya Akan Untungkan Petahana
Politik

Politisi Muda Gerindra: Pilk..

31 Mei 2020 21:40
5.800 Postingan Di Sosmed Distrust Kepada Pemerintah Usai Umumkan Kenaikan BPJS Kesehatan
Politik

5.800 Postingan Di Sosmed Di..

31 Mei 2020 20:59
Siapa Yang Lebih Patas Ditangkap, Ruslan Buton Atau Harun Masiku?
Politik

Siapa Yang Lebih Patas Ditan..

31 Mei 2020 20:37
Pemerintah Sesuaikan Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang Keempat Dengan Kebijakan New Normal
Politik

Pemerintah Sesuaikan Pendaft..

31 Mei 2020 20:22
LP3ES: Kenaikan BPJS Kesehatan Munculkan 48 Persen Sentimen Negatif
Politik

LP3ES: Kenaikan BPJS Kesehat..

31 Mei 2020 20:16
Perppu Tak Mengatasi Hambatan Pilkada Di Tengah Pandemik
Politik

Perppu Tak Mengatasi Hambata..

31 Mei 2020 18:21