Massa Kompas Geruduk Gedung KPK, Segera Sidang Romahurmuziy!

Foto:RMOL

. Puluhan massa dari Komite Mahasiswa Pemuda Anti Korupsi (Kompas) menggeruduk gedung Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) untuk mendesak pimpinan KPK segera menuntaskan kasus jual beli jabatan di Kemenag yang telah menetapkan Anggota DPR Fraksi PPP M. Romahurmuziy alias Romi sebagai tersangka.

Koordinator aksi Kompas, Miza dalam orasinya menyebutkan kasus Romi yang juga menyeret nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dinilai terlalu lamban. Karenanaya, pihaknya meminta KPK untuk segera melakukan sidang terhadap Romi dan menghukumnya sesuai aturan yang berlaku.

"Maka dengan ini kami yang tergabung dalam Komando Aksi Mahasiswa Dan Pemuda Anti Korupsi menuntut KPK segera sidangkan Romahurmuziy dan hukum seberat-beratnya," teriak Mirza dari atas mobil komando di halaman Gedung KPK, Jakarta, Rabu (15/5).

Mirza juga menyebut proses praperadilan yang diajukan Romi hanyalah upaya untuk mengulur-ulur waktu atau buying time. Meskipun gugatan Romi telah dinyatakan ditolak oleh hakim PN Jakarta Selatan.

"Proses prapradilan yang dilakukan Romahurmuziy hanyalah upaya buying time. Sehingga tindakan hukum terhadap Romahurmuziy segera dapat diproses ke persidangan Tipikor," kata Mirza.

Lebih lanjut, massa Kompas menegaskan bahwa pimpinan KPK Agur Rahardjo Dkk untuk tidak tebang pilih dalam menuntaskan kasus korupsi meskipun yang menjadi tersangka itu petinggi partai maupun kementerian.

"KPK jangan mundur sejengkal pun seret tindak koruptor jual beli jabatan di Kemenag tanpa pandang bulu," tandas Miza.

Kolom Komentar


Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Perahu KN 3 SAUDARA Terhempas Ombak, 1 Orang Nelayan MD

Jumat, 29 Mei 2020
Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Lebaran

Rabu, 03 Juni 2020

Artikel Lainnya

Pilkada Di Tengah Pandemik Corona Sangat Berbahaya, Begini Hasil Kajian Dahliah Umar
Politik

Pilkada Di Tengah Pandemik C..

05 Juni 2020 06:40
Penerapan New Normal Rawan Digugat, Muhtar Said: Dasar Hukumnya Apa?
Politik

Penerapan New Normal Rawan D..

05 Juni 2020 05:58
Perekonomian Tetap Tumbuh Saat Krisis Covid-19, Arief Poyuono: Tim Ekonomi Jokowi Patut Disebut Pahlawan Rakyat
Politik

Perekonomian Tetap Tumbuh Sa..

05 Juni 2020 05:24
PTUN Putuskan Jokowi Bersalah Karena Blokir Internet Di Papua, Suparji Ahmad: Jadi Efek Jera Bagi Pemerintah!
Politik

PTUN Putuskan Jokowi Bersala..

05 Juni 2020 03:06
Demokrat Kehilangan Kadernya, AHY: Bagi Saya M. Husni Thamrin Adalah Sahabat Setia Dan Pejuang Demokrasi
Politik

Demokrat Kehilangan Kadernya..

05 Juni 2020 02:44
Tanggapi Tantangan Luhut, Hensat: Mestinya Pejabat Yang Datangi Rakyat
Politik

Tanggapi Tantangan Luhut, He..

05 Juni 2020 02:00
Banyak Negara Di Dunia Ekonominya Lesu, Airlangga Hartarto: Indonesia Masih Alami Pertumbuhan 0,5 Persen
Politik

Banyak Negara Di Dunia Ekono..

05 Juni 2020 01:22
Haris Rusly Moti: Ada Faksi Di Tubuh Pemerintah Yang Mau Tendang Jokowi Seperti Mega Menggeser Gus Dur
Politik

Haris Rusly Moti: Ada Faksi ..

05 Juni 2020 00:01