MER-C Ancam Gugat KPU Dan Pemerintah Ke Mahkamah Internasional

Dr. Hadiki Habib, Dr. Jose Rizal Jurnalis, dan Dr. Arif Rahman/RMOL

Medical Emergency Rescue Committe MER-C siap menggugat pemerintah dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke organisasi internasional United National Human Right Council (UNHRC) serta International Court of Justice (ICC) jika kematian ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) masih diabaikan.

Hal ini ditegaskan pendiri sekaligus Pembina MER-C Dr Jose Rizal Jurnalis dalam konferensi pers bersama Ketua Divisi Kerelawanan MER-C, Dr. Hadiki Habib dan Presidium MER-C Dr Arif Rahman.

"MER-C menilai pemerintah dan KPU sebagai penyelenggara Pemilu tahun ini telah abai kemanusiaan, melakukan pembiaran dan tidak melakukan upaya serius yang signifikan dalam menangani kasus ini," ujar Jose di kantor MER-C, Matraman, Jakarta Pusat, Rabu (15/5).
 
Jose menekankan, dalam mencari penyebab kematian ratusan petugas KPPS dalam Pemilu 2019 tidak bisa disimpulkan grasa-grusu.

"Bahwa teori boleh saja itu kita jadikan hipotesa atau premis tetap pembuktiannya adalah Cause of death (COD)," ucapnya.

Ia menduga kemungkinan penyakit jantung menjadi salah satu penyebab yang underated crisis. Akan tetapi, bukan bersifat kominikal seperti disampaikan Kementerian Kesehatan.

"Hipotesa kita menkes harus mencari dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi yaitu autopsi, tidak bisa hanya autopsi verbal, autopsi verbal didesain untuk mencari hal-hal yang dikira wajar tidak masuk kepersoalan-persoalan misalnya keracunan atau apalah itu tidak dikembangkan untuk itu," tegasnya.

Langkah MER-C menggugat ke tingkat internasional diharapkan bisa membuat KPU dan pemerintah segera bergerak lebih serius, dengan merekomendasikan penghentian sementara penghitungan suara.

"Ya semoga KPU serius bahwa hasilnya dari perjuangan ini. Kalau KPU misalnya dihentikan penghitungan suara KPU keluarkan statement 'kami serius', kita nggak jadi ajukan, berarti tujuan kita tercapai untuk menghadapi ini supaya pemilu yang akan datang tidak jatuh korban yang lebih banyak," paparnya.

Namun jika sebaliknya, KPU tetap bergeming maka langkah gugatan akan diteruskan.

"Jika KPU masih ngeyel kita akan terusin, kita tidak takut soal beginian, nyawa manusia loh," tandasnya.
EDITOR:

Kolom Komentar


Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Perahu KN 3 SAUDARA Terhempas Ombak, 1 Orang Nelayan MD

Jumat, 29 Mei 2020
Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Lebaran

Rabu, 03 Juni 2020

Artikel Lainnya

Pilkada Di Tengah Pandemik Corona Sangat Berbahaya, Begini Hasil Kajian Dahliah Umar
Politik

Pilkada Di Tengah Pandemik C..

05 Juni 2020 06:40
Penerapan New Normal Rawan Digugat, Muhtar Said: Dasar Hukumnya Apa?
Politik

Penerapan New Normal Rawan D..

05 Juni 2020 05:58
Perekonomian Tetap Tumbuh Saat Krisis Covid-19, Arief Poyuono: Tim Ekonomi Jokowi Patut Disebut Pahlawan Rakyat
Politik

Perekonomian Tetap Tumbuh Sa..

05 Juni 2020 05:24
PTUN Putuskan Jokowi Bersalah Karena Blokir Internet Di Papua, Suparji Ahmad: Jadi Efek Jera Bagi Pemerintah!
Politik

PTUN Putuskan Jokowi Bersala..

05 Juni 2020 03:06
Demokrat Kehilangan Kadernya, AHY: Bagi Saya M. Husni Thamrin Adalah Sahabat Setia Dan Pejuang Demokrasi
Politik

Demokrat Kehilangan Kadernya..

05 Juni 2020 02:44
Tanggapi Tantangan Luhut, Hensat: Mestinya Pejabat Yang Datangi Rakyat
Politik

Tanggapi Tantangan Luhut, He..

05 Juni 2020 02:00
Banyak Negara Di Dunia Ekonominya Lesu, Airlangga Hartarto: Indonesia Masih Alami Pertumbuhan 0,5 Persen
Politik

Banyak Negara Di Dunia Ekono..

05 Juni 2020 01:22
Haris Rusly Moti: Ada Faksi Di Tubuh Pemerintah Yang Mau Tendang Jokowi Seperti Mega Menggeser Gus Dur
Politik

Haris Rusly Moti: Ada Faksi ..

05 Juni 2020 00:01