KASUS MAKAR

Lieus Sungkharisma: Saya Tidak Akan Kabur Ke Luar Negeri

Lieus Sungkharisma/RMOL

Komandan Gabungan Relawan Demokrasi Pancasila (Garda Depan), Lieus Sungkharisma mengaku sudah menerima surat panggilan kedua untuk diperiksa sebagai saksi atas tuduhan makar yang dialamatkan kepadanya.

"Hari Jumat depan saya diminta ke Bareskrim," kata Lieus dalam keterangan tertulis, Kamis (16/5).

Apakah Lieus akan memenuhi panggilan itu, dia tidak memberi jawaban. "Kita lihat saja nanti," katanya lagi.

Disinggung tentang betapa seriusnya pasal yang dituduhkan kepadanya, Lieus tersenyum kecil. "Saya tahu ini tuduhan sangat serius. Saya akan hadapi," katanya.

Dulu, kata Lieus, Jenderal TNI Sudirman pernah berkata, musuh terbesar bangsa ini adalah pengkhianat. "Karena itu jika engkau punya sepuluh butir peluru, cukup satu peluru untuk musuhmu. Sembilan lainnya untuk para pengkhianat itu," katanya.

Saat ini, tambah Lieus, situasi negara persis seperti yang dikatakan Jenderal Sudirman itu. "Negeri ini sedang dikuasai oleh para pengkhianat yang hendak menggadaikan bangsa dan negara ini kepada pihak asing dengan macam-macam alasan demi pembangunan dan investasi. Situasi ini tidak benar dan tidak bisa kita biarkan. Harus kita lawan," katanya.

Maka itu, tambah Lieus, banyak orang yang berharap kondisi itu bisa dirobah melalui pemilu yang jujur dan adil dan ancaman negara yang tergadaikan itu bisa diperbaiki. "Sayangnya, seperti yang dikatakan Pak Dirman, ternyata masih terlalu banyak pengkhianat di negeri ini," tutur Lieus.

Menurut Lieus, kalau saja pemilu berjalan jujur dan pemerintah mampu menegakkan keadilan, pembangkangan rakyat seperti saat ini tidak akan terjadi. "Pembangkangan terjadi karena rakyat melihat pemilu tidak jurdil dan pemerintah tidak mau bersikap adil," katanya.

Karena itu, tambah Lieus lagi, ketika Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam pidatonya menyebut akan timbul dan tenggelam bersama rakyat, dia langsung teringat pada sosok Jenderal Sudirman. "Pernyataan pak Prabowo itu persis dengan apa yang dikatakan Jenderal Sudirman pada tanggal 17 Februari 1946 di Jogyakarta," kata Lieus.

Pernyataan Prabowo itu spiritnya Jenderal Sudirman. "Kita jadi semakin semangat untuk memperjuangkan kedaulatan bangsa dan negara ini. Karena itu pula saya tidak akan lari ke luar negeri karena tuduhan makar ini," tegasnya.

"Jadi, seperti permintaan Pak Sandiaga Uno kemarin, demi kedaulatan bangsa dan negara Indonesia yang saya cintai ini, saya akan terus berjuang sampai titik darah penghabisan," tegas Lieus menambahkan.

Kolom Komentar


Video

Viral Tenaga Medis Keluar Dengan APD Lengkap Sambil Teriak "Kami Capek, Kami Capek"

Jumat, 22 Mei 2020
Video

Habib Umar Assegaf dan Satpol PP Asmadi Saling Memaafkan

Sabtu, 23 Mei 2020
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Pesawat Pakistan di Pemukiman Padat Penduduk

Sabtu, 23 Mei 2020

Artikel Lainnya

Soal Kebijakan The New Normal, Nasir Djamil: Jangan-jangan Upaya Tak Langsung Menuju Herd Immunity
Politik

Soal Kebijakan The New Norma..

26 Mei 2020 18:50
Jokowi Akan Berlakukan The New Normal Covid-19, Fadli Zon: Bisa Jadi Bencana Baru
Politik

Jokowi Akan Berlakukan The N..

26 Mei 2020 17:52
Isu Reshuffle Kabinet Merebak, Pengamat: Melihat Kematangan RR, Tidak Berlebihan Jika Gusur Sri Mulyani
Politik

Isu Reshuffle Kabinet Mereba..

26 Mei 2020 17:26
Terbitkan Maklumat Demokrasi, Adhie Massardie: Arogansi Kekuasaan Harus Dihentikan
Politik

Terbitkan Maklumat Demokrasi..

26 Mei 2020 16:45
Akumindo Senang Erick Thohir Buka Peluang UMKM Kerjakan Proyek BUMN
Politik

Akumindo Senang Erick Thohir..

26 Mei 2020 16:26
Gerindra: The New Normal Harus Didukung Oleh Semua Lapisan Masyarakat
Politik

Gerindra: The New Normal Har..

26 Mei 2020 15:52
Berkilah Tahun Ajaran Baru Di Tangan Gugus Tugas, Nadiem Diminta Tegas Lindungi Siswa Dari Ancaman Covid-19
Politik

Berkilah Tahun Ajaran Baru D..

26 Mei 2020 15:46
Menuju Fase New Normal, Jokowi Buka Kemungkinan Terapkan Protokol Kesehatan Ketat Di Banyak Wilayah
Politik

Menuju Fase New Normal, Joko..

26 Mei 2020 15:30