Tujuh Jeritan Perempuan Indonesia Di Depan Istana Jokowi

Kamis, 16 Mei 2019, 16:39 WIB | Laporan: Bonfilio Mahendra Wahanaputra

Perempuan bersatu di depan Istana/RMOL

Perempuan Indonesia Bergerak (PIB) membawa tujuh tuntutan dalam aksi yang digelar di Taman Pandang tepat di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/5).

Adapun tuntutan yang disampaikan dalam menyikapi hasil Pemilu 2019 ini dibacakan oleh salah saeorang orator dari atas mobil komando.

Tuntutan pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) atas meninggalnya para petugas KPPS menjadi hal pertama yang ditekankan massa.

Selain itu, audit forensik terhadap IT KPU dan pengusutan tuntas indikasi pelanggaran Pileg dan Pilpres juga menjadi concern massa.

"Keempat, meminta KPU dan Bawaslu segera mengambil tindakan atas kelalaian, kesalahan dari anggota KPU dan Bawaslu di seluruh Indonesia sengaja atau tidak disengaja," jelas salah seorang koordinator Perempuan Indonesia Bergerak.

Selanjutnya point kelima, menyerukan kepada TNI-Polri dan ASN agar bersikap netral dalam pelaksanaan pemilu. Keenam, lanjutnya, menuntut demokrasi yang jujur dan adil.

Terakhir, massa meminta aparat berwenang melakukan pengusutan kasus keracunan makanan yang menimpa para peserta aksi di depan Bawaslu, Sarinah- Thamrin beberapa waktu lalu.

Dalam aksinya, ratusan emak-emak ini membawa keranda mayat sebagai simbol untuk menghormati gugurnya para petugas KPPS yang meninggal.

Massa juga melepas ratusan balon hitam dengan spanduk di bawahnya bertuliskan 'RIP Demokrasi'. Para peserta pun mengikutinya dengan melepas balon hitam.
Editor: Diki Trianto

Kolom Komentar


loading