PEMILU 2019

Fahri Hamzah: Justru Perintah Wiranto Yang Menjurus Makar

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah/Net

Perintah Menko Polhukam Wiranto kepada Pangdam dan Kapolda agar tidak membiarkan masyarakat keluar daerah menuju Jakarta jelang pengumuman hasil Pemilu 2019 menuai reaksi dari Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Fahri menegaskan, perintah itu hanya berlaku sebelum 1998.

"Sekarang UUD, UU dan seluruh perangkat hukum telah didesain untuk melindungi kebebasan rakyat untuk bergerak," kata dia saat diminta komentar atas pernyatan Wiranto itu, Jumat (17/5).

Fahri pun menyayangkan Wiranto selaku Menko Polhukam tidak membaca adanya aturan yang melindungi kebebasan masyarakat menyampaikan pendapatnya.

"Sayang Polhukam tak lagi baca aturan itu. Semua yang dikatakan dia (Wiranto), adalah pendekatan kekuasaan. Itu salah," sebut inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) ini.

Menurutnya, Kemenko Polhukam tidak punya hak untuk memerintahkan para aparat penegak hukum agar melarang masyarakat datang ke Jakarta. Justru, perintah Wiranto itu dapat dikategorikan makar, karena menggunakan aparat bersenjata untuk merampas kebebasan rakyat.

"Sayang sekali orang-orang ini enggak baca undang-undang dan konstitusi. Jangan mentok lalu pakai kekuasaan belaka," cetus Fahri lagi.

Oleh karena itu, dengan tegas Fahri mengatakan bahwa demokrasi itu bukan perubahan dari peluru tajam ke peluru hampa dan pentungan, tapi perubahan pikiran bahwa keselamatan rakyat dan kebebasannya harus menjadi tujuan utama penyelenggaraan negara sebagaimana dalam pembukaan UUD 1945.

Lanjut Fahri, jika kaum liberal di belakang pendekatan keamanan, pastilah motifnya ideologis karena kebencian telah membutakan mata hati. Bahkan, demi ambisi ideologi, mereka rela menghancurkan demokrasi dan negara hukum untuk mengalahkan kelompok yang mereka benci.

"Negara dikorbankan demi ambisi berkuasa," pungkas anggota DPR dari Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Menko Polhukam Wiranto sebelumnya peringatkan Pangdam dan Kapolda jangan membiarkan masyarakat keluar daerah menuju Jakarta. Menurut dia, langkah tersebut harus ditempuh supaya tidak terjadi penumpukan di ibukota, serta agar permasalahan di daerah tidak dibawa ke Jakarta.

Lebih lanjut, eks Panglima ABRI itu, dirinya juga memberi perintah kepada personel polisi dan tentara agar menyimpan senjata mereka pada 22 Mei nanti. Menurutnya, hal itu agar kekacauan yang terjadi pada Mei 1998 silam tidak terulang kembali.

"Senapan simpan saja. Pakai pentunggan saja. Itupun kalau perlu saja dipakai," tegas Wiranto.

Kolom Komentar


Video

Viral Tenaga Medis Keluar Dengan APD Lengkap Sambil Teriak "Kami Capek, Kami Capek"

Jumat, 22 Mei 2020
Video

Habib Umar Assegaf dan Satpol PP Asmadi Saling Memaafkan

Sabtu, 23 Mei 2020
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Pesawat Pakistan di Pemukiman Padat Penduduk

Sabtu, 23 Mei 2020

Artikel Lainnya

DPR Minta Menteri Tito Karnavian Beri Teguran Keras Ke IPDN
Politik

DPR Minta Menteri Tito Karna..

27 Mei 2020 12:51
Sebaran Corona Masih Merajalela, Penerapan New Normal Sama Saja Bunuh Diri
Politik

Sebaran Corona Masih Merajal..

27 Mei 2020 12:39
Penumpang Kereta Api Wajib Punya Surat Izin Untuk Masuk Jakarta
Politik

Penumpang Kereta Api Wajib P..

27 Mei 2020 11:52
Andre Rosiade Optimis Kontribusi PTPN Ke Negara Makin Besar Pasca Perbaikan
Politik

Andre Rosiade Optimis Kontri..

27 Mei 2020 11:47
Demokrat Khawatir New Normal Jadi Masa Terkelam Bagi Tenaga Medis
Politik

Demokrat Khawatir New Normal..

27 Mei 2020 11:26
Kalau Orang Meninggal Bisa Dengar, Mereka Mungkin Protes Ke Mahfud MD
Politik

Kalau Orang Meninggal Bisa D..

27 Mei 2020 11:15
Ketua ProDEM: New Normal Sama Dengan New Leader, Let’s Make It Happen!
Politik

Ketua ProDEM: New Normal Sam..

27 Mei 2020 10:48
Gus Yaqut: PSI Tidak Perlu Terburu Nafsu Dengan Kekuasaan
Politik

Gus Yaqut: PSI Tidak Perlu T..

27 Mei 2020 10:23