Salah Tafsir Pasal, Pakar: Istri Presiden Bisa Saja Disebut Makar

Aksi damai di depan gedung Bawaslu/RMOL

Pasal makar yang terdapat pada perundang-undangan harus diartikan dengan hati-hati dan cermat. Jika tidak, bukan tidak mungkin penggunaan pasal tersebut salah sasaran.

Hal itu diungkapkan oleh pakar hukum tata negara, Irmanputra Sidin. Ia menjelaskan, dewasa ini banyak pihak yang salah tafsir terkait dengan pasal makar.

Salah satu yang membuatnya heran adalah tudingan makar dalam gerakan people power yang selama ini makin gencar didengungkan rakyat.

"Betul ada putusan MK tahun 2017 yang menyebutkan makar tidak serta merta diartikan serangan, tapi cukup niat yang nyata dalam perbuatan," kata Irmanputra dalam video di akun youtubenya, Senin (20/5).

Namun demikian, kata Irman, perbuatan yang dimaksud adalah perilaku yang tidak memiliki dasar hukum atau dasar konstitusional. Dengan kata lain perilaku dalam rasio yang perlu dihadapi dengan kekuatan pemerintah atau government power.

"Jika tidak ditafsir seperti itu, maka suatu saat istri atau anak presiden yang tanpa sepengetahuan melakukan rapat di luar Istana untuk meminta ayah atau suaminya mundur dari (jabatan) presiden wakil presiden agar fokus urus keluarga, maka mereka bisa dikategorikan makar," jelasnya.

"Ini yang bukan diinginkan konstitusi, konstitusi tidak pernah bermimpi seburuk itu. Keputusan MK 2017 mengingatkan penegak hukum sangat hati-hati menggunakan pasal makar karena bisa mengancam pilar-pilar demokrasi menyampaikan pendapat," imbuhnya.

Di sisi lain, ia berpandangan bahwa gerakan people power bukanlah makar melainkan kebebasan berpendapat yang dijamin undang-undang.

Hal itulah yang dinilainya tidak bisa disebut sebagai tindakan makar lantaran perbuatan yang dilakukan dalam people power berdasarkan hukum, yakni kebebasan berpendapat.

"Kalau kita mengajak ruang kekuatan rakyat melawan kekuatan pemerintah dalam dialektika pemerintahan, maka ini tidak bisa diartikan sebagai makar," tandasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Bertatap Muka Lewat Video, Menko Luhut Dan Utusan Presiden Amerika Serikat Sepakati Hal Ini
Politik

Bertatap Muka Lewat Video, M..

26 Februari 2021 14:01
Kembali Jabat Walikota Dan Wakil Walikota Semarang, Hendi-Ita Akui Tak Ada Program Kerja 100 Hari
Politik

Kembali Jabat Walikota Dan W..

26 Februari 2021 13:58
Zita Kerap Kritisi Anies Soal Banjir, JPS: Terkesan Dipaksakan Dan Tidak Berdasar
Politik

Zita Kerap Kritisi Anies Soa..

26 Februari 2021 13:30
Gelombang Pertama, Dewan Kehormatan Demokrat Pecat 7 Kader Terkait Kudeta
Politik

Gelombang Pertama, Dewan Keh..

26 Februari 2021 12:58
Lantik 5 Kepala Daerah Baru, Ridwan Kamil Tekankan Soal Integritas Dan Keikhlasan
Politik

Lantik 5 Kepala Daerah Baru,..

26 Februari 2021 12:11
Bisa Jadi Alternatif Penanganan Pandemi, Riset Vaksin Nusantara Harus Terus Didorong
Politik

Bisa Jadi Alternatif Penanga..

26 Februari 2021 11:47
Untuk Selesaikan Perkara Tanah, Jokowi Harus Patuhi Perintah MA
Politik

Untuk Selesaikan Perkara Tan..

26 Februari 2021 11:33
Didampingi Kahiyang Ayu, Bobby Nasution Resmi Dilantik Jadi Walikota Medan
Politik

Didampingi Kahiyang Ayu, Bob..

26 Februari 2021 11:18