Tokoh Agama Dan Elite Politik Jangan Perkeruh Suasana

Kamis, 23 Mei 2019, 11:25 WIB
Laporan: Bonfilio Mahendra Wahanaputra

Jumpa pers di Kantor Muhammadiyah/RMOL

Pernyataan-pernyataan dan tindakan yang dapat memanaskan dan memperkeruh keadaan yang merugikan kehidupan berbangsa dan bernegara harus dihindari.

Seluruh tokoh agama, elite politik, pejabat publik, media massa, para netizen, dan warga bangsa harus dapat menciptakan suasana yang sejuk dan damai.

Begitu pesan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menanggapi Aksi 21 dan 22 Mei yang rusuh dan mengakibatkan ratusan orang menjadi korban.

“Semua itu demi kerukunan dan persatuan nasional,” tegasnya kata Sekretaris Umum Muhammadiyah Abdul Muti dalam jumpa pers di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya 62, Jakarta Pusat, Kamis (23/5).

Muhammadiyah juga mengimbau agar media sosial menjadi saluran yang menciptakan suasana tenang, damai, bersatu, dan berkeadaban mulia.

“Bukan memproduksi hoax, keresahan, kebencian, perseteruan, dan permusuhan sesama keluarga bangsa Indonesia,” sambungnya.

Sementara itu, kepada warga persyarikatan, Muhammadiyah mengajak untuk tidak terpengaruh oleh informasi dan pesan-pesan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga persyarikatan harus bisa mengedepankan sikap kritis, damai, bijak, dan dewasa.

“Juga harus disertai ikhtiar menjalin taawun atau kerjasama dengan berbagai pihak untuk kerukunan, kemajuan, dan persatuan bangsa,” pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Provinsi Jawa Barat Raya

Jumat, 13 Desember 2019
Video

Ini Janji-Janji Gibran Usai Resmi Sebagai Bakal Calon Wali Kota Solo 2020

Sabtu, 14 Desember 2019
Video

Panen Koruptor di Jawa Barat

Sabtu, 14 Desember 2019