Menhan Tak Percaya Ada Ancaman Pembunuhan, Pengamat: Bisa Jadi Beliau Benar

Dedi Kurnia Syah/RMOL

Pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian bahwa ada rencana pembunuhan terhadap empat tokoh nasional saat tragedi rusuh tanggal 21-22 Mei rupanya tidak dipercaya oleh Menteri Pertahanan RI Jenderal (purn) Ryamizard Ryacudu.

Analis politik dari Universitas Telkom Dedi Kurnia Syah berpendapat, bisa saja ketidakpercayaan Menhan soal rencana pembunuhan tersebut benar adanya.

“Bisa jadi Menhan benar, ancaman seserius itu semestinya tidak dipublikasikan dengan leluasa oleh Kepolisian, kecuali ini hanya retoris,” kata Dedi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (29/5).

Jika benar ada ancaman, kata Dedi, mungkin yang dimaksud ialah ancaman yang ditujukan kepada Fadli Zon. “Itu juga ancaman, bedanya melalui media sosial,” ujarnya.

Direktur Pusat Studi Demokrasi dan Partai Politik (PSDPP) ini menyayangkan pernyataan demi pernyataan elite politik dan keamanan khususnya petinggi Polri terkait aksi 22 Mei yang terkesan justru membangun kekhawatiran publik.

“Padahal seharusnya Polisi bertindak untuk menghilangkan rasa khawatir, atau setidaknya mengurangi,” harapnya.

Dalam situasi Ramadan menjelang hari raya ini semua pihak menginginkan kondusivitas, oleh karenanya Kepolisian dan pihak-pihak yang relevan untuk membangun komunikasi yang baik.
EDITOR:

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Qodari: Pencabutan Lampiran Miras Bukti Presiden Jokowi Demokratis
Politik

Qodari: Pencabutan Lampiran ..

03 Maret 2021 00:49
Ali Fikri: KPK Bukan BUMN Yang Memberi Pemasukan Kas Negara
Politik

Ali Fikri: KPK Bukan BUMN Ya..

03 Maret 2021 00:33
Ingatkan Jokowi, Said Aqil: Kebijakan Investasi Harus Berlandas Kemaslahatan Bersama
Politik

Ingatkan Jokowi, Said Aqil: ..

02 Maret 2021 23:52
Jokowi Cabut Perpres Investasi Miras, Prof Abdul Mu'ti: Pemerintah Harus Lebih Sensitif Masalah Akhlak
Politik

Jokowi Cabut Perpres Investa..

02 Maret 2021 22:57
Yusril Ihza Mahendra: Jokowi Harus Terbitkan Perpres Baru Pengganti 10/2021
Politik

Yusril Ihza Mahendra: Jokowi..

02 Maret 2021 21:48
Yakin Tanpa Ada Perpecahan, ARB Dukung Mubes Kosgoro 1957 Di Cirebon
Politik

Yakin Tanpa Ada Perpecahan, ..

02 Maret 2021 21:43
Ketika Teka-teki Status SBY Sebagai Pendiri Demokrat Diungkap Di Obrolan Kantin Biru
Politik

Ketika Teka-teki Status SBY ..

02 Maret 2021 21:24
Apresiasi Jokowi Cabut Lampiran Perpres Miras, Hergun: Ingat, UU Ciptaker Mengusung Semangat Ketuhanan
Politik

Apresiasi Jokowi Cabut Lampi..

02 Maret 2021 21:01