Fadli Zon: Sayang Sekali, Pemerintah Tidak Belasungkawa Korban 21-22 Mei

Fadli Zon/RMOL

Pemerintah terkesan tidak empati terhadap korban-korban meninggal, terluka, bahkan ada yang hilang dalam kerusuhan 21-22 Mei lalu.

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon sangat menyayangkan aparat keamanan bertindak represif saat kejadian.

"Sayang sekali, meninggal delapan orang adalah peristiwa besar tapi pemerintah tidak berbelasungkawa. Kita sangat menyayangkan aparat kepolisian penanganan tidak berjalan persuasif," kata Fadli dalam sambutannya di hadapan ratusan peserta doa bersama untuk para korban kerusuhan 21-22 Mei, Jakarta Timur, Kamis (30/5).

Fadli mengaku telah mengantongi bukti dugaan penggunaan peluru tajam saat pengamanan aksi tolak Pemilu curang di depan gedung pusat Bawaslu, Jakarta Pusat. Temuan ini menurut Fadli, tidak sesuai pernyataan terbuka Menkopolhukam Wiranto.

"Kita menemukan ada peluru tajam. Terus kita foto sebagai bukti bahwa memang ada penggunaan peluru tajam. Menko Polhukam bilang aparat hanya dilengkapi dengan tameng dan pentungan. Malah ada senjata. Bahkan ada peluru tajam," tegas Fadli.

Bahkan ia sudah bertemu pihak keluarga juga kawan salah seorang korban tewas, yakni Reyhan. Dari keterangan yang dihimpunnya, remaja usia 16 ini hendak membangunkan sahur ketika penembakan itu terjadi.

"Yang bersangkutan mempersiapkan sahur, mau bangunkan untuk sahur dan sedang duduk tiba-tiba ada peluru melesat," tutur Fadli.

Dengan adanya temuan ini, menurut Fadli, pemerintah harus segera membentuk tim investigasi pencari fakta untuk keadilan para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

"Saya mendorong ada tim investigasi, tim pencari fakta. Kalau ada keluarga yang melaporkan, nanti akan ada tim yang kita tunjuk untuk menginvestigasi," demikian Fadli.
EDITOR:

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Pemerintah Harus Cegah Pihak-pihak Yang Ingin Raup Keuntungan Dari Vaksin Covid-19
Politik

Pemerintah Harus Cegah Pihak..

22 Januari 2021 14:05
Eks Kader PAN Terjerat Asusila, Eddy Soeparno: Hukum Seberat-beratnya!
Politik

Eks Kader PAN Terjerat Asusi..

22 Januari 2021 13:52
Untuk Ciptakan Persaingan Usaha Sehat, KPPU Sambut Baik RPP UU Ciptaker Sektor Poltesiar
Politik

Untuk Ciptakan Persaingan Us..

22 Januari 2021 13:44
Laksamana: Pemahaman Pandji Soal Ormas Terlalu Dangkal
Politik

Laksamana: Pemahaman Pandji ..

22 Januari 2021 13:40
Legislator PDIP Setuju Usulan JMSI, Kalangan Wartawan Masuk Kelompok Prioritas Penerima Vaksin
Politik

Legislator PDIP Setuju Usula..

22 Januari 2021 13:19
Empat Faktor Ini Akan Membuat AS Tinggalkan Dukungan Untuk Rezim Jokowi
Politik

Empat Faktor Ini Akan Membua..

22 Januari 2021 13:15
Dipicu 3 Faktor, Hubungan China-AS Diperkirakan Tetap Memanas
Politik

Dipicu 3 Faktor, Hubungan Ch..

22 Januari 2021 11:59
Ibarat Pepatah Di Mana Ada Gula Di Situ Ada Semut, Begitulah Penugasan Ferdy Sambo Di Sisi Komjen Listyo Sigit
Politik

Ibarat Pepatah Di Mana Ada G..

22 Januari 2021 11:39