Soal Jabatan Di Perbankan, Diakui Maruf Tapi Disebut Sudah Mundur Oleh TKN

Rabu, 12 Juni 2019, 01:06 WIB

KH Maruf Amin/Net

Sosok Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH Maruf Amin menjadi salah satu yang dipersoalkan tim hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) dalam gugatan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi. Yang menjadi soal yakni jabatan Maruf di dua perbankan BUMN, Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah.

Merespon hal itu, KH Maruf mengamini bahwa memiliki jabatan di dua perbankan. Namun ia menegaskan bahwa statusnya bukan karyawan.

"Iya, DPS. Dewan Pengawas Syariah kan bukan karyawan. Dan itu bukan BUMN juga, itu anak perusahaan," tutur KH Maruf di kantor MUI, Jakarta, Selasa (11/6).

Kendati demikian, ia enggan untuk menjelaskan secara gamblang. KH Maruf lebih memilih untuk menyerahkan persoalan ini kepada Tim Kampanye Nasional (TKN) untuk menjelaskan.

Di sisi lain, Jurubicara TKN, Arya Sinulingga turut buka suara terkait persoalan dua jabatan KH Maruf di perbankan syariah. Arya menegaskan, KH Maruf sudah mengundurkan diri saat hendak mencalonkan diri sebagai Cawapres Joko Widodo.

"Pertama, kelihatan teman-teman 02 tak paham aturan, ketika beliau mendaftar itu sudah mengundurkan diri terhadap semuanya, apapun yang menyangkut urusan publik," kata Arya saat dihubungi wartawan.

Sependapat dengan Maruf, politisi Perindo ini berpendapat bahwa perbankan tersebut bukanlah BUMN seperti yang dituduhkan BPN. Oleh karenanya, ia memaknai tudingan BPN hanya sekadar mencari-cari kesalahan kubu 01 untuk memperkuat gugatan di MK.

"Nggak hanya BNI, ada BNI life sama apa gitu yang memiliki saham itu. Jadi, Mandiri juga begitu. Jadi tidak signifikan yang mereka adukan. Mereka (BPN) lupa sama UU BUMN, nah ini mereka mencari-cari. Saya yakin ini enggak akan bisa dipermasalahkan karena KPU pun sudah mengklarifikasi itu sebelumnya," tandasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Viral Tenaga Medis Keluar Dengan APD Lengkap Sambil Teriak "Kami Capek, Kami Capek"

Jumat, 22 Mei 2020
Video

Habib Umar Assegaf dan Satpol PP Asmadi Saling Memaafkan

Sabtu, 23 Mei 2020
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Pesawat Pakistan di Pemukiman Padat Penduduk

Sabtu, 23 Mei 2020

Artikel Lainnya

Tak Perlu Paksakan Pilkada, Jika Pandemik Covid-19 Belum Tuntas
Politik

Tak Perlu Paksakan Pilkada, ..

25 Mei 2020 12:40
Pemudik Diimbau Tidak Balik Ke Jakarta Dulu, Pengamat: Jika Corona Ingin Cepat Beres, Baiknya Begitu
Politik

Pemudik Diimbau Tidak Balik ..

25 Mei 2020 12:15
Sukses Ungkap 821 Kilogram Sabu, Polri Dapat Acungan Jempol Politikus PDIP
Politik

Sukses Ungkap 821 Kilogram S..

25 Mei 2020 11:59
KPU Pastikan Tidak Ada DPT Pemilu 2014 Yang Diretas Atau Bocor
Politik

KPU Pastikan Tidak Ada DPT P..

25 Mei 2020 11:43
PSI Wacanakan Reshuffle Kabinet, Pengamat: Dalam Kondisi Pandemik Covid-19, Stabilitas Politik Bisa Goncang
Politik

PSI Wacanakan Reshuffle Kabi..

25 Mei 2020 10:14
PKS Sesalkan Gagalnya Pembentukan Pansus Covid-19 DPRD Kabupaten Bandung
Politik

PKS Sesalkan Gagalnya Pemben..

25 Mei 2020 09:58
Permohonan Maaf Jokowi Saat Idul Fitri Mestinya Bukan Basa-basi, Tapi Atas Kebijakan Yang Lukai Hati Rakyat
Politik

Permohonan Maaf Jokowi Saat ..

25 Mei 2020 09:45
Bupati Bener Meriah Mengundurkan Diri Karena Lima Ruas Tulang Belakangnya Bermasalah
Politik

Bupati Bener Meriah Mengundu..

25 Mei 2020 07:44