Hadapi Gugatan BPN, Yusril Siapkan 33 Advokat Bela Jokowi-Maruf

Ketua Tim Kuasa Hukum Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra/Net

Tim hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi kembali melengkapi berkas registrasi perkara Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (11/6). Terkait hal ini, tim kuasa hukum pasangan Jokowi-Ma'ruf mengaku tidak tinggal akan diam.

Ketua Tim Kuasa Hukum Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra mengatakan, pihaknya sedang menelaah dengan seksama gugatan dari kubu 02 yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Saya sendiri Ketua Tim dan Ade Irfan Pulungan sebagai sekretaris Tim. Kami menelaah dengan seksama permohonan tim kuasa hukum Prabowo-Sandi dan sudah menyiapkan tanggapannya," ucap Yusril Ihza Mahendra kepada Kantor Berita RMOL, Selasa (11/6).

Terkait dengan perbaikan bukti-bukti yang disampaikan BPN keada MK, pihaknya pun akan segera menyiapkan tanggapan atas perubahan tersebut.

"Hari ini tim kuasa hukum Prabowo-Sandi menyampaikan perbaikan permohonan mereka dengan perubahan yang cukup besar. Meskipun boleh atau tidaknya perbaikan seperti itu dilakukan, masih debatable dan masih harus menunggu bagaimana sikap hakim MK nanti setelah sidang dimulai. Namun kami tidak tinggal diam untuk menyiapkan tanggapan atas perubahan permohonan ini," katanya.

"Bahwa perubahan itu diterima atau ditolak hakim, tidak masalah. Yang penting kami telah siap menghadapi segala kemungkinan," tambahnya.

Yusril pun mengaku akan mengadakan rapat bersama 33 orang tim kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf lainnya pada Rabu (12/6) malam untuk membahas perkembangan terkahir perbaikan bukti-bukti yang disampaikan tim hukum Prabowo-Sandi ke MK

"Kami menyiapkan tim kuasa hukum Jokowi Maruf sebanyak 33 orang advokat. Besok malam tim akan kembali mengadakan rapat membahas perkembangan terakhir di MK. Rapat diadakan di sekretariat TKN di Jalan Kebon Sirih," pungkasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Viral Tenaga Medis Keluar Dengan APD Lengkap Sambil Teriak "Kami Capek, Kami Capek"

Jumat, 22 Mei 2020
Video

Habib Umar Assegaf dan Satpol PP Asmadi Saling Memaafkan

Sabtu, 23 Mei 2020
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Pesawat Pakistan di Pemukiman Padat Penduduk

Sabtu, 23 Mei 2020

Artikel Lainnya

DPR Minta Menteri Tito Karnavian Beri Teguran Keras Ke IPDN
Politik

DPR Minta Menteri Tito Karna..

27 Mei 2020 12:51
Sebaran Corona Masih Merajalela, Penerapan New Normal Sama Saja Bunuh Diri
Politik

Sebaran Corona Masih Merajal..

27 Mei 2020 12:39
Penumpang Kereta Api Wajib Punya Surat Izin Untuk Masuk Jakarta
Politik

Penumpang Kereta Api Wajib P..

27 Mei 2020 11:52
Andre Rosiade Optimis Kontribusi PTPN Ke Negara Makin Besar Pasca Perbaikan
Politik

Andre Rosiade Optimis Kontri..

27 Mei 2020 11:47
Demokrat Khawatir New Normal Jadi Masa Terkelam Bagi Tenaga Medis
Politik

Demokrat Khawatir New Normal..

27 Mei 2020 11:26
Kalau Orang Meninggal Bisa Dengar, Mereka Mungkin Protes Ke Mahfud MD
Politik

Kalau Orang Meninggal Bisa D..

27 Mei 2020 11:15
Ketua ProDEM: New Normal Sama Dengan New Leader, Let’s Make It Happen!
Politik

Ketua ProDEM: New Normal Sam..

27 Mei 2020 10:48
Gus Yaqut: PSI Tidak Perlu Terburu Nafsu Dengan Kekuasaan
Politik

Gus Yaqut: PSI Tidak Perlu T..

27 Mei 2020 10:23