Dibanding Urusi Jabatan Maruf Amin, BPN Diminta Fokus Perkuat Bukti Kecurangan TSM

Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) saat mendaftar gugatan di MK/RMOL

Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari mengingatkan tim hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi untuk lebih fokus membuktikan dugaan kecurangan Pemilu yang terstruktur, sistematis dan masif (TSM) dibanding permasalahkan jabatan Maruf Amin.

"Apa yang dilakukan tim BPN sah-sah saja untuk mempermasalahkan banyak hal. Tetapi kelemahannya, jangan sampai fokus membuktikan TSM itu lari dari konteks TSM itu sendiri, semua mau dipermasalahkan. Padahal argumentasinya TSM," ucap Feri Amsari kepada Kantor Berita RMOL, Selasa (11/6).

Menurut Feri, membuktikan kecurangan TSM yang menjadi modal utama gugatan BPN kepada Mahkamah Konstitusi (MK) lebih sulit dibandingkan membuat isu baru di media sosial.

"Iya (fokus ke TSM), karena itu akan berat untuk mereka membuktikannya. Sayang kalau mereka coba perang di media sosial, di publik dengan hal isu-isu tertentu yang menurut saya jauh dari isu TSM itu," katanya.

Di sisi lain, ia khawatir dengan sikap BPN jika tetap mempermasalahkan jabatan Maruf Amin sebagai Dewan Pengawas Syariah di Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah. Ia curiga sikap ini justru terkesan untuk menutupi kesulitan BPN membuktikan kecurangan TSM.

"Fokus yang mau membuktikan TSM itu coba dialihkan ke hal-hal yang lain. Saya takut upaya mengalirkan ke hal-hal yang lain ini karena kerumitan tim BPN dalama membuktikan soal unsur TSM itu," paparnya.
 
Semestinya, kata Feri, BPN konsentrasi dengan bukti-bukti yang diperkuat dan menghindari tuduhan yang tak memiliki korelasi dengan TSM itu sendiri.

Terlebih persoalan jabatan Maruf Amin ini diangkat BPN usai hasil Pilpres 2019 sudah dirilis KPU.

"Saya merasa agak aneh saja kalau kemudian hasil pemilu sudah keluar, lalu proses pencalonan itu dipermasalahkan. Makanya saya merasa jangan sampai tim BPN kehilangan fokus untuk membuktikan TSM karena itu jauh lebih rumit dari sekadar hal-hal yang tidak ada korelasinya di Mahkamah Konstitusi," tandasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Viral Tenaga Medis Keluar Dengan APD Lengkap Sambil Teriak "Kami Capek, Kami Capek"

Jumat, 22 Mei 2020
Video

Habib Umar Assegaf dan Satpol PP Asmadi Saling Memaafkan

Sabtu, 23 Mei 2020
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Pesawat Pakistan di Pemukiman Padat Penduduk

Sabtu, 23 Mei 2020

Artikel Lainnya

Belum Optimal, Sandiaga Uno: Potensi Zakat Di Indonesia Mencapai Rp 270 Triliun
Politik

Belum Optimal, Sandiaga Uno:..

27 Mei 2020 18:41
New Normal Di Tengah Kurva Covid-19 Yang Masih Tinggi Hanya Akan Memantik Perdebatan
Politik

New Normal Di Tengah Kurva C..

27 Mei 2020 18:22
Tuntaskan Kasus Dana Hibah KONI Tahun 2017, MAKI: Jika Diperlukan, Adi Toegarisman Bisa Diperiksa KPK
Politik

Tuntaskan Kasus Dana Hibah K..

27 Mei 2020 17:37
APPBI Pastikan Tidak Akan Ada Penumpukan Massa Meski Mal Dibuka
Politik

APPBI Pastikan Tidak Akan Ad..

27 Mei 2020 17:32
Mas Menteri Nadiem Harus Baca Pelan-pelan Apa Yang Disampaikan Presiden Duterte
Politik

Mas Menteri Nadiem Harus Bac..

27 Mei 2020 17:11
Banyak Menteri Miskin Prestasi, Isu Reshuffle Bikin Pembantu Jokowi Susah Tidur
Politik

Banyak Menteri Miskin Presta..

27 Mei 2020 16:57
Halal Bihalal IPDN, PKS: Bagaimana Bisa Lolos Itu Barang?
Politik

Halal Bihalal IPDN, PKS: Bag..

27 Mei 2020 16:44
Golkar: 'Orangtua' Lagi Kerja, PSI Harusnya Membantu Bukan Memolitisir
Politik

Golkar: 'Orangtua' Lagi Kerj..

27 Mei 2020 16:27